Radar Malang – Gaya berpakaian ala tahun 70-an hingga 90-an atau yang lebih dikenal sebagai gaya vintage kini menjadi tren yang digandrungi anak muda di Kota Malang.
Tak hanya sekadar nostalgia, gaya ini menjadi cara baru bagi generasi muda untuk tampil beda, unik, dan tetap ramah lingkungan.
Gaya vintage mencakup penggunaan item fesyen seperti jaket denim longgar, celana high-waist, kemeja motif bunga, rok plisket, hingga aksesori klasik seperti tas rotan dan kacamata retro. Barang-barang tersebut sebagian besar diperoleh dari toko barang bekas atau yang dikenal dengan nama thrift shop.
Tren ini mulai mencuat sejak akhir tahun 2024 dan terus berkembang sepanjang awal 2025. Kehadiran media sosial seperti Instagram dan TikTok turut mempercepat penyebaran tren ini, dengan banyak anak muda yang membagikan inspirasi mix and match pakaian vintage mereka secara kreatif.
Baca Juga: Keindahan Hijab, Menjelajahi 7 Gaya Hijab Khas dari Berbagai Belahan Dunia
Di Kota Malang, geliat tren ini sangat terasa. Toko-toko thrift bermunculan di berbagai kawasan seperti Jalan Semeru, Oro-oro Dowo, dan sekitar wilayah kampus.
Selain itu, acara bazar yang menjual pakaian bekas juga semakin sering digelar, terutama pada akhir pekan.
Anak muda memilih gaya vintage bukan hanya karena tampilannya yang menarik, tetapi juga karena lebih ekonomis dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Menggunakan pakaian bekas berarti turut mengurangi limbah tekstil yang menjadi salah satu penyumbang pencemaran lingkungan terbesar.
Baca Juga: Dari Tradisional ke Modern, Transformasi Gaya Hijab di Indonesia dari Masa ke Masa
Tren ini juga menghadirkan kreativitas baru. Banyak penggemar gaya vintage yang memodifikasi atau mendaur ulang pakaian bekas agar lebih sesuai dengan bentuk tubuh dan selera masing-masing. Hasilnya, gaya yang ditampilkan menjadi lebih personal dan tidak pasaran.
Gaya vintage juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk berekspresi, menciptakan tampilan yang mencerminkan kepribadian mereka sendiri.
Dalam dunia mode yang serba cepat, gaya ini menjadi alternatif yang lebih reflektif dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, tren gaya vintage menunjukkan bahwa anak muda Malang tidak hanya peduli pada penampilan, tetapi juga pada nilai-nilai yang lebih luas seperti kreativitas, keberlanjutan, dan identitas diri. Dengan berkembangnya tren ini, Kota Malang semakin kaya akan ragam ekspresi fesyen yang segar dan inspiratif. (afh)
Editor : Aditya Novrian