Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengajarkan Anak Kecil Tidur Mandiri dengan Sleep Training

A. Nugroho • Rabu, 30 April 2025 | 18:55 WIB
Ilustrasi anak yang sedang tidur dan melakukan sleep training (pch.freepik)
Ilustrasi anak yang sedang tidur dan melakukan sleep training (pch.freepik)

RADAR MALANG – Tidur nyenyak sepanjang malam adalah impian setiap orang tua, tetapi bagi banyak keluarga, malam sering kali diwarnai dengan tangisan bayi yang terbangun.

Sleep training bisa menjadi pilhan orang tua untuk bisa tidur dengan nyenyak sepanjang malam.

Sleep training adalah proses melatih anak, baik bayi maupun balita, untuk tidur secara mandiri dan mampu menenangkan dirinya sendiri saat terbangun di malam hari.

Metode ini menjadi pilihan bagi banyak orang tua yang ingin membangun pola tidur yang sehat bagi anak mereka.

 Baca Juga: Maksimalkan Perawatan Kulit: Ini Momen Paling Efektif untuk Aplikasikan Body Lotion

Sleep training dapat dimulai pada usia 4 hingga 6 bulan, di mana bayi sudah mampu bertahan tanpa menyusu selama 6–8 jam.

Namun, untuk anak yang lebih besar, seperti balita di atas 2,5 tahun, tantangannya menjadi lebih kompleks karena mereka telah terbiasa dengan pola tidur tertentu.

Meski begitu, metode sleep training tetap memungkinkan, asalkan dilakukan dengan konsistensi dan kesabaran.

Ada berbagai pendekatan sleep training yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.

Salah satunya adalah metode Cry It Out (CIO), yang membiarkan bayi menangis hingga tertidur sendiri tanpa intervensi orang tua.

Metode ini efektif namun sering kali menantang secara emosional.

Metode lain seperti Ferber atau Graduated Extinction memungkinkan orang tua mengunjungi anak dalam interval waktu tertentu tanpa menggendongnya.

Bagi keluarga yang menginginkan pendekatan lebih lembut, metode seperti Gentle Sleep Training atau The Chair, di mana orang tua perlahan-lahan menjauhkan diri dari tempat tidur anak, bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Anak yang tidur nyenyak memiliki perkembangan otak yang lebih optimal dan mengurangi risiko gangguan tidur, seperti insomnia.

Sementara itu, orang tua mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan waktu untuk diri sendiri, yang sangat berharga untuk menjaga keseimbangan emosional.

Agar sleep training sukses, coba atur jadwal tidur yang rutin, suasana kamar yang nyaman, serta rutinitas sebelum tidur seperti mandi air hangat atau membaca cerita dapat membantu anak rileks.

Namun, jika metode yang dipilih tidak memberikan hasil setelah beberapa minggu, orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mengganggu tidur anak. (sai)

Editor : A. Nugroho
#Bayi #kualitas tidur #Sleep training #metode #tidur mandiri #perkembangan otak