RADAR MALANG - Di era digital saat ini, handphone tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menyimpan berbagai informasi pribadi dan finansial yang sensitif.
Sayangnya, hal ini menjadikan perangkat tersebut sasaran empuk bagi para penipu siber yang semakin canggih dalam melancarkan aksinya.
Masyarakat Indonesia kini dihadapkan pada maraknya modus penipuan digital yang menyasar pengguna WhatsApp.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Digital yang Diam-diam Boros Kuota dan Waktu
Pelaku mengirimkan pesan berisi tautan jebakan, seringkali berupa undangan acara, berkas kerja, atau file menarik lain, yang jika diklik dapat menyebabkan ponsel mati total dan seluruh data di dalamnya disadap.
Fenomena ini telah menimbulkan keresahan, karena pengguna tidak menyadari bahwa tautan tersebut mengandung malware berbahaya.
Begitu perangkat dinyalakan kembali, pelaku telah berhasil mengakses galeri, kontak, percakapan, hingga aplikasi perbankan.
Baca Juga: Fenomena Musik Jedag Jedug: Dari Tren TikTok hingga Budaya Musik Digital
penipuan berbasis tautan (link-based phishing) merupakan bentuk social engineering yang terus berevolusi.
Para pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban, dan menyamar sebagai teman, kolega, atau instansi resmi melalui nomor palsu atau yang sudah diretas.
Ketahui Langkah Pencegahan Penting untuk Pengguna HP:
Baca Juga: China Jadi Negara Pertama Kembangkan Jaringan 10G, Dorong Revolusi Digital Global
1. Jangan Klik Tautan Sembarangan
Hindari membuka link dari kontak tidak dikenal, apalagi jika bentuknya mencurigakan seperti .apk (aplikasi), .zip, atau pesan undangan yang tidak relevan.
2. Hindari Mengangkat Nomor yang Tidak Dikenal
Hindari untuk mengangkat telepon dari nomor yang tidak memiliki nama, sebab salah satu penipuan yang paling sering terjadi juga dapat melalui nomor tidak dikenal dan jika diangkat akan menghipnotis sang korban.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan saat Lebaran, BRI Bagikan Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber
3. Aktifkan Fitur Keamanan Tambahan
Gunakan verifikasi dua langkah di WhatsApp dan aplikasi penting lainnya.
Aktifkan autentikasi biometrik untuk membuka aplikasi perbankan dan dompet digital.
4. Update Perangkat dan Aplikasi secara Berkala
Pembaruan sistem menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan malware.
Baca Juga: Digital Detox: Menjauh Sejenak Demi Keseimbangan Mental
5. Gunakan antivirus dan pemindai malware terpercaya
Beberapa aplikasi keamanan dapat mendeteksi tautan berbahaya sebelum diakses.
6. Segera Lapor jika Menjadi Korban
Jika sudah terlanjur klik link dan terjadi gangguan pada perangkat, segera lapor ke pihak berwenang seperti polisi siber atau call center bank Anda.
Dengan meningkatnya jumlah kasus penipuan digital melalui WhatsApp, pengguna diimbau lebih waspada terhadap pesan mencurigakan.
Melindungi data pribadi dan uang di ponsel kini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kesadaran.
Usahakan jangan sampai klik iseng berujung kerugian besar. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian