RADAR MALANG - Reed diffuser sering menjadi pilihan untuk mengharumkan ruangan dengan cara yang elegan dan tanpa perlu repot menyalakan lilin atau semprotan pewangi.
Namun, tak sedikit yang mengeluhkan bahwa aromanya cepat menghilang.
Salah satu penyebab utama adalah essential oil yang sudah habis.
Minyak wangi yang digunakan dalam reed diffuser akan terus menguap seiring waktu, sehingga intensitas aromanya berkurang.
Jika minyak dalam botol mulai menipis, wangi pun semakin samar hingga akhirnya hilang.
Selain itu, reed stick yang tersumbat debu atau kotoran juga bisa menjadi biang keladi.
Stick ini berfungsi menyerap dan menyebarkan aroma, tetapi jika aliran minyak terhambat, maka distribusi wangi tidak akan optimal.
Faktor lain yang berpengaruh besar adalah bahan dasar dari reed diffuser itu sendiri.
Baca Juga: Ternyata Pengharum Ruangan Jenis Spray Dapat Picu Berbagai Penyakit, Simak Penjelasan dan Solusinya!
Umumnya, ada dua jenis: berbahan dasar minyak (oil-based) dan berbahan dasar air (water-based).
Reed diffuser berbahan dasar minyak cenderung lebih tahan lama karena minyak memiliki molekul yang lebih padat dan tidak mudah pecah di udara.
Sebaliknya, reed diffuser berbahan dasar air lebih cepat kehilangan aroma karena partikel pewanginya lebih ringan dan lebih mudah menguap.
Selain bahan dasar, suhu dan kelembaban ruangan juga berperan dalam ketahanan aroma reed diffuser.
Jika ruangan terlalu panas atau terlalu kering, minyak akan lebih cepat menguap, menyebabkan aroma yang seharusnya bertahan lama malah menghilang dalam hitungan hari.
Begitu pula dengan lokasi peletakan reed diffuser, jika ditempatkan di area berangin atau terkena sinar matahari langsung, proses penguapan akan semakin cepat, membuat aromanya sulit bertahan.
Dalam hal penyebaran aroma, kandungan alkohol dalam cairan pewangi memainkan peranan penting.
Alkohol berfungsi menarik aroma ke kayu dan membantu menyebarkannya ke udara.
Semakin tinggi kadar alkoholnya, maka semakin kuat aroma yang tersebar, tetapi ini juga bisa mempengaruhi harga reed diffuser di pasaran.
Bagi yang menginginkan aroma yang lebih tahan lama, memilih reed diffuser berbahan dasar minyak adalah pilihan terbaik, karena campuran minyak dan alkohol lebih efektif dalam menjaga intensitas wangi dibandingkan reed diffuser berbahan dasar air.
Itu bisa menjadi tanda bahwa partikel aromanya sudah pecah di udara. Reed diffuser berbahan dasar air cenderung mengalami hal ini, seperti semprotan pewangi yang harum saat pertama kali digunakan tetapi kemudian menghilang dalam waktu singkat.
Menjaga aroma reed diffuser tetap tahan lama bukanlah hal mustahil.
Memilih bahan dasar yang tepat, meletakkannya di lokasi yang ideal, serta rutin mengganti reed stick bisa membantu mempertahankan wangi di ruangan lebih lama.
Karena pada akhirnya, bukan hanya soal estetika, tetapi bagaimana aroma bisa menghadirkan suasana yang nyaman dan menyenangkan di setiap sudut ruang. (sai)
Editor : A. Nugroho