Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Makanan Mengandung Minyak Babi Kembali Jadi Sorotan, Kenali Ciri-Cirinya!

Aditya Novrian • Kamis, 29 Mei 2025 | 20:00 WIB

Ilustrasi. Ciri makanan mengandung minyak babi. (freepik/wirestock)
Ilustrasi. Ciri makanan mengandung minyak babi. (freepik/wirestock)

RADAR MALANG -  Publik tengah dihebohkan dengan temuan penggunaan minyak babi di salah satu rumah makan terkenal, Ayam Goreng Widuran di Solo, Jawa Tengah.

Kasus ini mencuat setelah diketahui bahwa kremesan ayam goreng di rumah makan tersebut digoreng menggunakan minyak babi, sehingga makanan tersebut dinyatakan non-halal.

Fenomena ini mengundang perhatian luas, terutama di kalangan masyarakat Muslim yang sangat memperhatikan kehalalan makanan.

Baca Juga: Rekomendasi Buku Ringan yang Bikin Pikiran Segar

Meski demikian, rumah makan tersebut tetap ramai dikunjungi.

Sebagian pelanggan bahkan meyakini bahwa penggunaan minyak babi membuat rasa makanan menjadi lebih gurih dan lezat.

Mengutip detikfood, minyak babi atau lard merupakan produk yang dihasilkan dari lemak babi murni, biasanya diambil dari bagian perut, bokong, dan bahu babi.

Baca Juga: Bukan Cuma Kunci Pintu! Ini Dia Checklist Penting Saat Mahasiswa Meninggalkan Kos untuk Waktu Lama

Minyak ini umumnya berbentuk padat dengan warna putih krem, memiliki rasa netral, dan nyaris tidak berbau, tergantung proses pengolahannya.

Menurut The Spruce Eats, penggunaan minyak babi dalam dunia kuliner bukanlah hal baru.

Minyak ini kerap digunakan untuk menggoreng maupun memanggang makanan karena memiliki beberapa keunggulan, seperti titik asap yang tinggi dan kemampuan menciptakan tekstur yang renyah.

Baca Juga: Baru Debut Bikin Heboh!, Girl Band No Na Lagi-Lagi Curi Perhatian Dunia Lewat Gerakan Tarian Bali di Lagu Mereka

Berikut beberapa ciri makanan yang kemungkinan mengandung minyak babi, sebagaimana dilansir dari Huffpost:

  1. Lebih Renyah: Lemak babi mampu menghasilkan tekstur makanan yang lebih renyah karena stabil pada suhu tinggi.
  2. Aroma Khas: Makanan yang dimasak dengan minyak babi seringkali memiliki aroma daging babi yang lembut dan khas.

  3. Tekstur Bersisik atau Berlapis: Makanan panggang yang menggunakan minyak babi biasanya memiliki tampilan berlapis atau bersisik.

    Selain itu, makanan cenderung lebih berminyak, tergantung pada jumlah minyak yang digunakan.

Baca Juga: Mood Anjlok? Ini Cara Murah Meriah Bikin Bahagia dari Rumah

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya transparansi bahan dalam industri kuliner, terutama di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim.

Konsumen pun diimbau untuk lebih teliti dan kritis dalam memilih tempat makan demi menjaga kehalalan konsumsi mereka.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#ayam goreng #non halal #minyak babi #Solo