Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Padel, Olahraga yang Tengah Digandrungi Anak Muda

Aditya Novrian • Minggu, 8 Juni 2025 | 18:36 WIB
PEMINAT MAKIN BANYAK: Anggota konunitas UNO Padel Malang foto bersama di Mandala Sport Center. Olahraga padel makin digemari banyak kalangan terutama anak muda.
PEMINAT MAKIN BANYAK: Anggota konunitas UNO Padel Malang foto bersama di Mandala Sport Center. Olahraga padel makin digemari banyak kalangan terutama anak muda.

 

Padel bukan sekadar olahraga, tapi gaya hidup baru kalangan muda elit. Biaya latihan bisa tembus Rp 1,2 juta sebulan, belum termasuk perlengkapan mewah dan outfit kece. Selain bakar kalori, olahraga ini jadi ajang nongkrong stylish sambil bangun jejaring.

SEKILAS mirip tenis, tapi padel punya gaya main yang lebih simpel. Ukuran lapangan hanya 10x20 meter dan dikelilingi tembok.

Bola bahkan boleh dimainkan setelah memantul ke dinding asal menyentuh lantai lebih dulu. Yang bikin makin seru, sistem poinnya pun tak ribet.

Selain aturan tenis biasa, padel juga mengenalkan format Americano. Yakni main sampai 21 poin seperti bulu tangkis. Cepat dan mudah dipahami, cocok buat pemula.

”Mainnya 2 lawan 2, tapi skor dihitung per individu. Jadi tiap ronde, pasangan bisa diacak. Seru dan kompetitif,” jelas Pelatih sekaligus Pengurus UNO Padel Malang Devon Pohan kepada Jawa Pos Radar Malang.

Devon mencontohkan jika permainan berakhir dengan skor 21-10, maka pemenang mendapat 21 poin. Sementara lawan mendapat 10 poin.

”Aturan itu lebih disukai karena lebih mudah ketimbang menggunakan sistem poin tenis,” ujar mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu.

Format itu bikin satu babak bisa selesai hanya dalam 8–10 menit, cocok buat yang ingin olahraga singkat tapi intens. Americano menggunakan sistem klasemen.

Dari sistem itu, semua pemain akan bermain dengan total poin terbanyak dari semua set dinyatakan sebagai pemenang. Meski kalah, pemain bisa memenangkan pertandingan dengan syarat memiliki poin tertinggi.

Tak sedikit yang kenal padel lewat media sosial dan influencer. Banyak yang penasaran, lalu jadi rutin bermain. Dalam waktu singkat, mereka sudah bisa paham aturan dan ikut turnamen mini.

”Baru belajar pun cepat nyambung. Karena raketnya tanpa senar, mirip raket tenis meja, jadi lebih mudah dikontrol,” ujar Devon.

Dengan kombinasi olahraga dan hiburan, komunitas UNO Padel percaya tren ini akan terus berkembang.

”Target kami bukan hanya komunitas hobi, tapi juga wadah gaya hidup sehat anak muda di Malang,” pungkasnya. (adn)

 

Editor : A. Nugroho
#Olahraga #padel #malang