RADAR MALANG - Fobia adalah ketakutan berlebihan dan tidak rasional terhadap objek, situasi, atau makhluk tertentu yang sebenarnya tidak membahayakan.
Ketakutan ini bukan sekadar rasa takut biasa, melainkan bisa memicu reaksi fisik dan emosional yang intens, seperti jantung berdebar, sesak napas, hingga serangan panik.
Dalam dunia psikologi, fobia dikategorikan sebagai bagian dari gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Penyebab fobia bisa sangat beragam, tergantung orang yang mengalaminya, seperti ada beberapa orang mengalaminya karena trauma masa lalu, seperti digigit anjing atau terjebak di ruangan sempit.
Baca Juga: Ingin Vasektomi Tapi Takut Dosa? Simak Penjelasan Ulama Soal Hukumnya!
Bisa juga terjadi karena faktor genetik dan lingkungan yang juga berperan, misalnya jika seseorang tumbuh dalam keluarga yang memiliki kecenderungan fobia tertentu.
Selain itu, pengalaman negatif yang berulang atau bahkan pengaruh media bisa memperkuat ketakutan tersebut.
Di Indonesia, beberapa jenis fobia tercatat cukup umum dialami masyarakat, seperti berikut ini adalah beberapa di antaranya
Acrophobia
Fobia ini dialami oleh orang-orang yang takut ketinggian, di mana penderita merasa cemas atau panik saat berada di tempat tinggi seperti gedung bertingkat atau jembatan.
Baca Juga: Setia dan Menggemaskan! Ini Dia Ragam Jenis Anjing Peliharaan dan Karakteristiknya
Ophidiophobia
Fobia ini dialami oleh orang-orang yang takut ular, di mana ketakutan ini cukup umum di Indonesia, terutama karena persepsi bahwa ular adalah hewan berbahaya yang bahkan beberapa orang bisa saja hanya melihat gambar ular bisa memicu rasa takut.
Arachnophobia
Fobia ini dialami oleh orang-orang yang takut laba-laba, yang di mana meskipun tidak semua laba-laba berbahaya, banyak orang merasa jijik atau takut berlebihan saat melihatnya dengan reaksi bisa berupa menjerit, menangis, atau bahkan pingsan.
Claustrophobia
Fobia ini dialami oleh orang-orang yang takut ruang sempit atau tertutup, di mana penderita merasa panik saat berada di lift, toilet umum, atau ruangan kecil tanpa ventilasi, dan dalam kondisi ekstrem, bisa menyebabkan pingsan atau serangan panik.
Baca Juga: Bingung Pilih Warna? Ini Cara Mengetahui Cat Rambut Paling Cocok Sesuai Kepribadian dan Gaya!
Trypanophobia
Fobia ini dialami oleh orang-orang yang takut jarum suntik yang di mana sering muncul saat seseorang harus menjalani vaksinasi atau pengambilan darah dengan gejalanya bisa berupa mual, pusing, hingga pingsan.
Social Phobia –
Fobia ini dialami oleh orang-orang yang takut situasi sosial, di mana penderita merasa cemas berlebihan saat harus berbicara di depan umum atau bertemu orang baru, dan hal ini bisa mengganggu kehidupan sosial dan pekerjaan.
Baca Juga: Diam Karena Takut: Mengapa Banyak Korban Kekerasan Seksual di Kampus Memilih Tak Melapor?
Trypophobia
Fobia ini dialami oleh orang-orang yang takut pola lubang kecil yang berulang, seperti contohnya sarang lebah atau biji teratai.
Meski belum diakui secara resmi dalam dunia medis, banyak orang melaporkan rasa jijik dan merinding saat melihat pola-pola ini.
Demikian beberapa fobia yang banyak dialami masyarakat yang bisa diatasi melalui terapi seperti cognitive behavioral therapy (CBT), terapi eksposur, atau bantuan profesional lainnya.
Fobia bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Jika tidak ditangani, hal tersebut bisa mengganggu kualitas hidup seseorang. (fi)
Editor : Aditya Novrian