Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tren Canyoning di Malang dan Kota Batu, Dituntut Berani dan Konsentrasi Tinggi

A. Nugroho • Minggu, 13 Juli 2025 | 19:52 WIB

PERSIAPAN: Pemandu menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum Canyoning.
PERSIAPAN: Pemandu menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum Canyoning.

MALANG - Canyoning tidak membutuhkan keahlian khusus. Peserta hanya harus paham bahwa beban tubuh saat menuruni air terjun berpusat di tulang pinggul. Sementara pengendali gerakan saat turun ada di bagian tangan kanan.

Tangan kiri bisa bebas bergaya, sementara kedua kaki harus melangkah dalam keadaan terbuka. Tubuh peserta tidak boleh terlalu tegap atau terlalu ke belakang saat mulai menuruni air terjun. Intinya, keseimbangan bertumpu di bagian tengah tubuh.

”Kalau sudah menguasai rumus itu, baru boleh bergaya,” ujar Bayu Pamungkas, salah satu pemandu canyoning di Coban Putri, Kecamatan Batu, Kota Batu. Setelah memaparkan materi keselamatan, giliran tips bergaya di tali canyoning yang dia jelaskan.

Peserta tampak lebih antusias, terutama saat pemaparan cara bergaya backflip. Posisi yang membuat peserta menggantung di tali dengan posisi kepala di bawah itu memang sedang trending di media sosial. Caranya, peserta cukup menyilangkan kaki di tali canyoning bagian atas. Sementara tubuhnya bisa bebas bergaya karena tali sudah dikunci oleh pelatih.

Menurut Pamungkas, canyoning memang olahraga ekstrem yang tidak membakar banyak kalori. Sekali kegiatan, hanya sekitar 150 kalori saja yang terbakar. Namun adrenalin peserta pasti terpacu untuk menaklukkan medan terjal bebatuan air terjun.

Karena adrenalin naik, kecepatan peserta dalam menuruni air terjun pun beragam. Ada yang bisa menuntaskan dalam waktu 10 menit. Ada juga yang membutuhkan waktu satu jam. ”Selain keberanian, canyoning juga membutuhkan konsentrasi tinggi,” lanjut lelaki asal Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang itu.

Urutannya, di atas air terjun peserta akan didokumentasikan. Mulai dari foto, video, hingga joget TikTok. Selanjutnya di tengah air terjun, peserta ditahan lagi untuk bergaya. Baru di ketinggian dua meter, tali dikunci agar peserta bisa bergaya menggantung di depan air terjun.

Untuk bisa melakukan semua gerakan, peserta tidak boleh panik. Terutama saat terpeleset di tengah air terjun. Peserta cukup mengembalikan keseimbangan dengan bantuan tangan kiri. Sebab, keamanan canyoning di Coban Putri itu sudah dijamin 100 persen oleh para pemandu. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#canyoning #Kota Batu #malang