RADAR MALANG – Band indie Hindia terpaksa batal tampil dalam konser Ruang Bermusik 2025 yang akan digelar di Kota Tasikmalaya pada Sabtu, 19 Juli mendatang. Pembatalan konser ini terjadi karena adanya penolakan dari sebagian masyarakat yang menilai konten yang dibawa Hindia dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat.
Konser Ruang Bermusik 2025 awalnya menjadi salah satu acara yang ditunggu para penggemar musik di Tasikmalaya. Nama Hindia yang masuk dalam line up pengisi acara sempat disambut antusias, terutama di kalangan anak muda yang selama ini akrab dengan lirik-lirik reflektif band tersebut. Sayangnya, antusiasme itu hilang ketika muncul protes dari organisasi masyarakat setempat, salah satunya Al Mumtaz.
Pembatalan ini bukan semata-mata soal konsernya. Kehadiran Hindia disebut menimbulkan keresahan karena dianggap membawa simbol-simbol tertentu yang dikaitkan dengan pelanggaran norma agama. Beberapa pihak menyebut adanya indikasi simbol yang dinilai bertentangan dengan nilai syariat. Hal ini dianggap kontras dengan Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santri.
Penolakan ini kemudian masuk ke ruang diskusi bersama sejumlah tokoh agama, aparat kepolisian, hingga pemerintah daerah. Beberapa rapat digelar untuk membahas apakah konser bisa tetap dilaksanakan atau harus dibatalkan. Dari hasil rapat yang sudah digelar empat kali, disepakati bahwa keputusan akhir penerbitan izin konser Hindia di Tasikmalaya akan bergantung pada rekomendasi dari Polda Jawa Barat.
Hindia sendiri dikenal lewat lirik-lirik yang banyak menyinggung keresahan generasi muda. Nama band ini naik daun beberapa tahun terakhir berkat lagu-lagu yang membicarakan tema kehidupan sehari-hari, kritik sosial, hingga kegelisahan personal. Namun, popularitas tersebut rupanya tidak selalu diterima dengan tangan terbuka di semua tempat.
Sejauh ini, pihak Hindia belum memberikan keterangan resmi terkait pembatalan konser di Tasikmalaya. Beberapa fans berharap penampilan Hindia bisa tetap dilanjutkan di kota lain, atau diundur dengan penyesuaian.
Pembatalan konser Hindia di Tasikmalaya bukan yang pertama. Beberapa band dan musisi lain juga pernah mengalami hal serupa ketika konten karya mereka dianggap bertentangan dengan norma setempat. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia, musik juga harus sesuai dengan regulasi yang terjadi di masyarakat.
(Alfiyatul Rohma)
Editor : A. Nugroho