RADAR MALANG – Petualangan musik bersama komunitas kreatif lokal telah lama menjadi bagian dari identitas seni di Lumajang. Namun tahun ini, suasana itu sedikit berbeda karena kabar mengejutkan: Parti Libur 2025 akan menjadi konser terakhir yang digelar di kota ini sebelum berpindah lokasi ke wilayah tetangga.
Sabtu malam (26/7/2025), area Magnolia Coffee & Space berubah menjadi panggung euforia. Ribuan penonton dari berbagai kota termasuk Malang, Jember, hingga Surabaya memadati venue sejak sore untuk menikmati pertunjukan musik dan seni visual yang berpadu meriah dalam event bertema “Skena Hore”.
Gelaran malam itu memuncak dengan penampilan penutup band Stand Her Alone, yang sukses menebar energi pop-rock modern melalui lagu hits seperti “Stay Here”, “Another Way”, dan “Call Me Tonight”. Tepat pukul 21.30 WIB, lampu panggung memuncak, sorakan penonton meledak, dan pergelaran ini resmi ditutup dengan nuansa penuh kebersamaan dan tepuk tangan panjang.
Reality Club Usung Nuansa Indie Rock, Tambah Keunikan Partilibur
Hingga Minggu malam (27/7), festival terus berlanjut dengan penampilan band indie kenamaan Reality Club, yang hadir membawa warna indie rock segar ke panggung utama. Lagu-lagu andalan seperti “Is It the Answer?”, “Telenovia”, hingga “Never Get Better” membuat penonton terhanyut dalam atmosfer musik yang emosional dan energik.
Kehadiran Reality Club menjadi salah satu titik tertinggi dalam acara tersebut. Mereka menjadi bukti nyata bahwa skena musik alternatif layak mendapat ruang eksistensi, bahkan di event-event lokal seperti Partilibur. Penonton pun merasa puas karena bisa menikmati konser berkualitas tanpa harus ke kota besar.
Momen ‘Perpisahan’ Partilibur di Lumajang
Dalam konferensi pers Minggu siang (27/7), Founder Partilibur, Gathan Thoriq, menyatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini adalah yang terakhir di Lumajang. Mulai 2026, Partilibur akan berpindah ke daerah yang dianggap dapat mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif lebih besar, seperti Kota Jember, Kota Batu, maupun wilayah Malang Raya.
Menurut Gathan, pilihan tersebut tidak berarti meninggalkan Lumajang sepenuhnya. Ia berharap komunitas lokal tetap tumbuh dan lahir wadah hiburan alternatif lain yang mewadahi semangat kreatif anak muda. “Saya siap mendukung perkembangan event lokal di Lumajang,” ujar Gathan penuh harap.
Pelajaran dari Partilibur: Festival Kecil, Dampak Besar
Festival musik seperti Partilibur telah memberikan dampak ekonomi bagi local business dan UMKM di sekitar Magnolia. Penonton disuguhkan lebih dari musik: ada interaksi komunitas, kuliner kreatif, stan kreator lokal, serta workshop seni visual yang membangkitkan gairah ekonomi kreatif.
Partilibur 2025 melibatkan 83 kolaborator dan 44 artist ternama, menciptakan pengalaman festival yang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan tema “Skena Hore”, pengunjung tidak sekadar menonton mereka juga menikmati festival sebagai ruang ekspresi kreatif.
Harapan dan Tantangan Pasca Partilibur
Keputusan pindah menjadi tantangan besar sekaligus peluang bagi Lumajang. Jika kreator lokal dan komunitas bisa terus membangun event-event baru, semangat Partilibur tidak akan hilang, melainkan berpindah bentuk.
Bagi pemerhati seni dan pelaku UMKM, momentum ini malah membuka peluang kolaborasi lintas wilayah. Sebab event seperti ini memperlihatkan bahwa Lumajang punya potensi kreatif yang mampu menarik perhatian nasional, bahkan regional. (id)
Editor : A. Nugroho