Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Suasana Lumajang Mendadak Mencekam, Syuting Film Horor Lastri Digelar di Sejumlah Titik

A. Nugroho • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:33 WIB

 

 

Suasana syuting film horor Lastri di salah satu sudut Lumajang. Kabut tipis dan pencahayaan temaram sengaja dihadirkan demi membangun atmosfer menyeramkan.
Suasana syuting film horor Lastri di salah satu sudut Lumajang. Kabut tipis dan pencahayaan temaram sengaja dihadirkan demi membangun atmosfer menyeramkan.

 

MALANG – Aktivitas malam hari di beberapa sudut Kabupaten Lumajang berubah drastis sejak awal Agustus 2025. Bukan karena fenomena alam atau acara besar, melainkan karena proses produksi film horor terbaru berjudul Lastri yang mengambil lokasi syuting di sejumlah titik di kota tersebut. Warga sekitar pun dibuat penasaran dengan suasana tak biasa yang mendadak menyelimuti kawasan tempat tinggal mereka.

Tim produksi film tampak sibuk mengatur pencahayaan, membangun set latar, hingga menciptakan efek asap untuk memperkuat nuansa horor. Kehadiran peralatan syuting lengkap dengan kamera, lampu besar, dan kru produksi profesional membuat suasana makin hidup. Namun, atmosfer gelap dan efek khusus yang digunakan justru menambah kesan mencekam, seolah-olah penonton benar-benar sudah memasuki dunia horor meskipun belum menonton filmnya.

Pemilihan Lumajang sebagai lokasi syuting bukan tanpa alasan. Kabupaten yang berada di wilayah tapal kuda Jawa Timur ini memiliki banyak tempat dengan nuansa arsitektur dan alam yang masih otentik. Kombinasi antara bangunan tua dan lingkungan yang belum banyak tersentuh modernisasi menjadikan Lumajang cocok sebagai latar cerita film horor yang mengandalkan kekuatan visual suasana.

Salah satu lokasi yang digunakan adalah kawasan Tempeh, sebuah kecamatan yang memiliki sejumlah jalan kecil dengan penerangan minim. Di lokasi ini, tim produksi menyulap sebuah sudut jalan menjadi lokasi adegan yang digambarkan sebagai tempat mistis. Tak jauh dari situ, Kecamatan Sukodono dan Jatiroto juga menjadi bagian dari titik-titik pengambilan gambar. Di kawasan tersebut, elemen bangunan tua, jalanan sepi, dan lingkungan khas pedesaan dijadikan bahan utama membangun atmosfer horor dalam film.

Salah satu tempat yang paling menarik perhatian adalah kawasan toko cat Jotun di Jatiroto. Jalanan di sekitar toko itu disulap menjadi latar seram dengan pencahayaan redup dan tambahan efek kabut buatan. Tempat ini menjadi favorit pengunjung yang kebetulan melintas dan menyaksikan proses produksi dari kejauhan. Tak hanya itu, kompleks Pabrik Gula (PG) Djatiroto yang masih menyisakan bangunan bergaya kolonial Belanda juga dimanfaatkan sebagai lokasi utama. Bangunan tua, lorong gelap, dan suasana sunyi di malam hari menjadikan tempat ini terasa sangat mendukung nuansa mencekam yang dibutuhkan.

Proses syuting berlangsung hingga larut malam, dan tidak sedikit warga yang rela menonton dari kejauhan. Keberadaan film ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkenalkan potensi lokasi Lumajang yang sebelumnya jarang dijadikan latar film nasional. Kegiatan ini juga berdampak positif bagi pelaku UMKM sekitar lokasi syuting yang kebanjiran pembeli dari para kru maupun warga yang datang.

Dipilihnya Lumajang sebagai tempat produksi film nasional menunjukkan bahwa potensi daerah bukan hanya dari sisi wisata, tapi juga sebagai lokasi industri kreatif. Film Lastri menjadi contoh konkret bagaimana kota-kota kecil bisa ambil bagian dalam produksi besar, sekaligus menumbuhkan semangat ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat sekitar, penyedia jasa, serta promosi daerah secara tidak langsung.

Warga Malang yang ingin melihat suasana berbeda atau sekadar berkunjung ke lokasi syuting film, bisa menjadikan Lumajang sebagai destinasi alternatif. Selain menyaksikan proses kreatif perfilman secara langsung, pengunjung juga bisa menikmati potensi wisata lain di Lumajang yang mulai dilirik industri kreatif Tanah Air. Ke depan, diharapkan semakin banyak film nasional yang menggali potensi lokasi syuting dari wilayah-wilayah eksotis di Jawa Timur, termasuk Lumajang. (id)

Editor : A. Nugroho