RADAR MALANG - Akhir-akhir ini, berburu baju thrift atau pakaian bekas impor jadi hobi baru banyak anak muda, terutama mahasiswa.
Alasannya simpel harganya ramah di kantong dan modelnya unik-unik, dari gaya retro sampai streetwear kekinian.
Tapi, kalau asal pilih, bisa-bisa baju yang dibeli malah nggak kepakai. Karena itu, ada beberapa trik biar thrift-shopping tetap aman dan menguntungkan.
- Cek Kondisi Baju Sebelum Beli
Pertama, selalu cek kondisi baju sebelum beli. Perhatikan apakah ada noda membandel, jahitan copot, atau sobekan besar. Kalau rusaknya masih kecil bisa ditoleransi, tapi kalau parah, lebih baik skip.
- Perhatikan Kualitas Kainnya
Kedua, perhatikan kualitas kainnya. Pilih bahan yang masih tebal dan nyaman, misalnya denim atau katun, karena biasanya lebih awet meskipun sudah dipakai orang lain.
- Cek Label Merek
Ketiga, jangan lupa cek label merek. Kadang, di tumpukan baju murah justru tersembunyi brand terkenal dengan harga super miring.
- Jangan Mudah Tergoda Harga Murah
Keempat, jangan mudah tergoda harga murah. Meski banyak thrift shop yang jual mulai Rp 10.000-an, tetap pastikan baju tersebut sesuai kebutuhan dan bisa dipakai.
- Bayangkan Mix and Match Outfit
Selain itu, coba bayangkan mix and match dengan outfit yang sudah ada di rumah. Dengan begitu, baju thrift bisa lebih fleksibel dipadupadankan tanpa bikin lemari penuh barang nggak terpakai.
- Cuci Bersih Sebelum Digunakan
Dan yang paling penting sebelum memakai baju thrift, sebaikanya dicuci terlebih dahylu. Dengan cara merendam baju thrift dengan air panas atau cairan khusus supaya higienis.
Belanja thrift sejatinya bukan cuma soal mencari baju murah, tapi juga keseruan berburu barang unik yang jarang ditemui.
Kadang dari tumpukan biasa, kamu bisa nemuin jaket vintage kece atau kemeja branded yang udah langka.
Jadi, kalau lagi lewat thrift shop di sekitar kota atau dekat kampus, nggak ada salahnya mampir.
Bisa jadi justru ada “harta karun fashion” yang siap bikin penampilanmu makin standout. (bt)
Editor : A. Nugroho