RADAR MALANG – Kebanyakan orang selalu ingin bisa makan dengan cepat, apalagi jika sedang sibuk atau sedang terburu-buru karena padatnya jadwal. Tapi ternyata, fakta mengunyah makanan secara cepat atau terburu-buru mempengaruhi kesehatan tubuh kita.
Sering kali jika kita makan dalam waktu yang lama, akan dibilang lelet atau lemot. Padahal jika kita mengunyah dengan lambat itu bisa menurunkan faktor Metabolik Sindrom sebanyak 400%, dan diabetes juga bisa sampai 200%.
Makanan yang di makan sama, dari gorengan, sampai camilan yang dirubah cuma cara mengunyahnya aja. Sekarang ini banyak orang punya masalah besar dalam mengunyah makanan.
Semua orang berbicara soal nutrisi, gizi, bahkan kalori, tapi tidak ada satupun yang berbicara tentang cara mengunyah yang baik itu seperti apa.
Sekarang ini banyak sekali orang terutama anak muda yang memakai behel, giginya banyak yang menumpuk, dan ternyata itu semua disebabkan karena faktor cara bagaimana mereka mengunyah makanan.
Kecepatan dalam mengunyah makanan menyebabkan rahang menjadi kecil, sehingga gigi jadi tumbuh menumpuk. Tapi apa sebab dari rahang kecil itu sendiri? Karena banyaknya makanan yang mudah dikunyah, seperti mi instan, bubur, roti, sosial, dll.
Semuanya dimakan tanpa harus effort mengunyah, dan berujung kalori naik cepat tapi kunyahannya jarang. Nah, kira-kira berapa sih jumlah mengunyah yang paling ideal? Kurang lebih sebanyak 30x untuk satu sendok makan.
Tapi, ketika kita sedang sakit, kita diharuskan untuk mengunyah dalam jumlah yang lebih banyak, bisa sampe 50 atau 70x kunyahan.
Jadi, ketika sakit lebih baik jangan makan bubur karena bubur termasuk dalam makanan yang bisa langsung ditelan tanpa harus effort mengunyah. (ly)
Editor : A. Nugroho