RADAR MALANG - Jerman menawarkan banyak peluang kerja bagi tenaga kerja asing, termasuk warga Indonesia karena mereka memiliki ekonomi yang stabil dan industri yang berkembang pesat. Negara ini memiliki berbagai program untuk pekerja terampil yang ingin membangun karir di Jerman. Dengan demikian, Jerman menjadi destinasi yang menarik bagi kamu yang mencari kesempatan kerja yang luas dan berkembang. Yuk, simak program di Jerman yang bisa kamu ikuti.
- Ausbildung
Program Ausbildung di Jerman adalah pendidikan vokasi yang memadukan teori di sekolah kejuruan dengan pengalaman praktik di tempat kerja. Tersedia berbagai pilihan jurusan, seperti Teknologi Informasi (IT), Kesehatan, Teknik, Bisnis, Perhotelan, dan Makanan. Dalam program Ausbildung, siswa disebut sebagai Azubi dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, serta memperoleh pengalaman kerja nyata di perusahaan atau institusi yang terkait.
Selama menjalani Ausbildung, Azubi dapat memperoleh gaji yang kompetitif, yang biasanya meningkat setiap tahunnya. Dengan gaji selama pelatihan di tahun pertama, €682-€921 per bulan (sekitar Rp 11,6 juta-Rp 15,6 juta), rahun kedua €805-€1.100 per bulan (sekitar Rp 13,7 juta-Rp 18,7 juta), dan tahun ketiga €876-€1.200 per bulan (sekitar Rp 14,9 juta-Rp 20,4 juta) namun, juga tergantung pada jurusan yang di ambil.
Sementara untuk gaji setelah lulus, jurusan IT Specialist €3.000-€3.500 per bulan (sekitar Rp 51 juta-Rp 59,5 juta, jurusan Mekatronika €2.800-€3.300 per bulan (sekitar Rp 47,6 juta-Rp 56,1 juta), jurusan Perawatan Kesehatan: €3.000-€4.000 per bulan (sekitar Rp 51 juta-Rp 68 juta), dan jurusan Perhotelan: €2.400-€3.200 per bulan (sekitar Rp 40,8 juta-Rp 54,4 juta), tertarik, tidak?
Program Ausbildung di Jerman memiliki beberapa kelebihan, seperti memperoleh pengalaman kerja nyata, memiliki peluang karier yang luas, dan dapat memperoleh sertifikat yang diakui secara internasional. Selain itu, program Ausbildung juga dapat membantu siswa memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga mereka dapat langsung bekerja setelah lulus. Dengan demikian, program Ausbildung di Jerman dapat menjadi pilihan yang tepat bagi kamu yang ingin memperoleh pendidikan vokasi yang berkualitas dan memiliki peluang karier yang baik.
- FSJ dan BFD
Program Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ) dan Bundesfreiwilligendienst (BFD) adalah program sukarela di Jerman yang menawarkan kesempatan bagi individu untuk bekerja di bidang sosial dan kesehatan.
Tersedia beragam pilihan bidang untuk program ini, yakni keperawatan dan kesehatan, melakukan pekerjaan sukarelawan di rumah sakit, panti jompo, fasilitas disabilitas. Sosial dan pengungsi, melakukan pekerjaan sukarelawan di bantuan sosial, integrasi imigran. Pendidikan dan anak-anak, melakukan pekerjaan sukarelawan di sekolah, taman kanak-kanak, pusat kegiatan anak. Lingkungan dan konservasi, melakukan pekerjaan sukarelawan di pelestarian alam, kebun binatang, organisasi lingkungan
Gaji sebagai FSJ adalah sekitar €300-€500 per bulan, atau sekitar Rp 5,9 juta-Rp 9,8 juta. Sedangkan BFD sekitar €300-€604 per bulan, atau sekitar Rp 5,9 juta-Rp 11,8 juta
Di sisi lain, terdapat fasilitas yang bisa dinikmati seperti akomodasi gratis atau disubsidi, makanan yang disediakan atau pemberian uang makan, asuransi kesehatan yang ditanggung oleh organisasi penyelenggara, dan biaya transportasi lokal yang ditanggung atau diganti.
Dengan syarat usia FSJ (18-26 tahun), BFD (minimal 27 tahun, tanpa batas), memiliki kemampuan bahasa Jerman minimal level A2-B1, sehat jasmani dan rohani, dan memiliki pengalaman melakukan kegiatan sosial minimal 3 bulan. Durasi program FSJ adalah 6-18 bulan, maksimal 24 bulan. Sedangkan durasi program BFD adalah 6-18 bulan dan bisa diulang setelah 5 tahun
Pengalaman kerja sosial yang diakui sebagai rekomendasi untuk melanjutkan Ausbildung atau studi di Jerman yang dengan demikian, program FSJ dan BFD menawarkan kesempatan bagi individu untuk bekerja di bidang sosial dan kesehatan di Jerman, sambil memperoleh pengalaman berharga dan meningkatkan kemampuan bahasa dan keterampilan sosial.
Tunggu apalagi? Yuk, berani nekat dan berangkat ke Jerman untuk kehidupan yang lebih baik! (dbr)
Editor : A. Nugroho