Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Singkong, si Kaya Nutrisi yang Jadi Primadona Baru Gen Z, Begini Kandungan, Manfaat, dan Olahan Kekinian Umbi Lokal yang Kian Diminati

A. Nugroho • Kamis, 11 Desember 2025 | 22:39 WIB

Olahan singkong yang disajikan dengan gaya kekinian makin diminati Gen Z
Olahan singkong yang disajikan dengan gaya kekinian makin diminati Gen Z


RADAR MALANG
— Di tengah naiknya harga beras dan meningkatnya kampanye diversifikasi pangan nasional, singkong semakin dilirik sebagai alternatif makanan pokok yang sehat dan terjangkau.

Umbi lokal ini memiliki kandungan gizi yang cukup baik dan berpotensi menjadi salah satu penopang ketahanan pangan Indonesia.

Dalam setiap 100 gram singkong terkandung sekitar 160 kkal energi, 38 gram karbohidrat, hampir 2 gram serat, serta vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin B6, kalium, dan magnesium. Singkong juga mengandung resistant starch, sejenis pati yang membantu menjaga kesehatan usus dan memberi efek kenyang lebih lama.

Menurut berbagai sumber, singkong punya kandungan karbohidrat yang tinggi dan bebas gluten, sehingga aman untuk dikonsumsi siapa saja, termasuk penderita intoleransi gluten. Dengan pengolahan yang tepat, singkong bisa menjadi sumber energi yang setara dengan beras.

Selain  kaya nutrisi, singkong memiliki keunggulan pada ketersediaannya yang melimpah dan harga yang tetap stabil. Hal ini membuat singkong menjadi solusi pangan saat harga beras melonjak.

Belakangan, pemanfaatan singkong juga meluas ke industri modern melalui berbagai inovasi kuliner yang menarik minat generasi muda alias Gen Z.

Olahan Kekinian Berbahan Singkong yang Semakin Populer

Inovasi terus berkembang dan menghadirkan deretan produk kekinian yang berasal dari singkong. Beberapa di antaranya meliputi:

Inovasi-inovasi ini menjadikan singkong tidak lagi dipandang sebagai pangan desa atau makanan sederhana, melainkan komoditas fleksibel yang dapat bersaing dengan bahan pangan modern.

Meski demikian, ahli gizi mengingatkan bahwa singkong tetap harus diolah dengan benar untuk menghilangkan senyawa berbahaya seperti linamarin. Selain itu, karena rendah protein, konsumsi singkong sebaiknya dilengkapi dengan lauk bernutrisi seperti ikan, daging, tempe, atau kacang-kacangan.

Dengan meningkatnya inovasi kuliner dan kesadaran masyarakat akan pangan lokal, singkong diprediksi akan terus naik daun. Jika tren ini terus berkembang, singkong berpotensi menjadi pilar penting dalam diversifikasi pangan nasional sekaligus memperkaya pilihan makanan bagi generasi masa kini.

Editor : A. Nugroho
#singkong #Gen Z #Gizi #kandungan #olahan singkong #umbi