Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dapat Animo Tinggi saat Akhir Pekan, Perayaan Anniversary Luke Artisan Bakery Dikemas Lewat Coffee Party

A. Nugroho • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:44 WIB

Susana coffee party di Luke Artisan Bakery beberapa hari yang lalu. (Luke Artisan Bakery for Radar Malang)
Susana coffee party di Luke Artisan Bakery beberapa hari yang lalu. (Luke Artisan Bakery for Radar Malang)

KESERUAN coffee party selalu punya cara sendiri untuk membuat orang betah berlama-lama. Bukan hanya karena musik yang mengajak bergoyang pelan, tapi juga karena suguhan makanan yang membuat suasana makin akrab.

Itu pula yang terjadi di Luke Artisan Bakery, Jalan Pahlawan Trip, ketika mereka merayakan anniversary pada 30 November lalu. Alih-alih sekadar memotong kue ulang tahun, mereka memilih merayakannya dengan cara yang lebih meriah. Pesta kopi di ruang terbuka.

Monica Trivena, Marketing Luke Artisan Bakery, bercerita bahwa ide ini muncul karena tren coffee party sedang ramai diperbincangkan anak muda di Malang. Momentum ulang tahun akhirnya dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan.

”Mumpung lagi hype, kami ingin memberikan jamuan khusus untuk customer,” kata Monica.

Lokasi Luke yang berada di jalur strategis terbukti jadi faktor penentu. Saat acara digelar, banyak pengunjung car free day (CFD) yang melintas dan langsung merapat karena penasaran. Musik mengalun, para barista sibuk menyiapkan minuman, dan meja-meja di area outdoor cepat terisi. Tanpa promosi berlebihan, suasana ramai tercipta begitu saja.

Untuk melengkapi pesta, Luke membawa berbagai hidangan yang jarang mereka keluarkan sekaligus. Menu utamanya tentu ice coffee milk, yang sejak awal ditujukan jadi pasangan musik dan suasana pagi. Selain itu, ada pastry, brownies one bites, dan sederet canape yang disuguhkan secara cuma-cuma. Pengunjung bebas menyantapnya berkali-kali, dari pilihan manis hingga gurih.

Sebagai salah satu pionir artisan bakery di Malang, Monica ingin menunjukkan bahwa branding toko roti tak selalu harus tampil elegan dan tenang. Sesekali, kata dia, perlu ada kejutan yang membuat pelanggan melihat sisi lain dari sebuah tempat. Sesuatu yang lebih hangat dan menyenangkan.

Setelah acara, efeknya langsung terasa. Banyak peserta coffee party yang kemudian kembali berkunjung di hari-hari berikutnya untuk membeli kue atau sekadar mampir ngopi.

”Kami jadi makin dikenal dari berbagai kalangan. Ke depan tentu ingin membuat coffee party lagi,” ujar Monica menutup cerita. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
#coffee party