LIFESTYLE - Mahasiswa sering menggunakan momen libur kuliah untuk pergi berlibur ke luar kota baik pulang kampung maupun berwisata. Namun, sebagian mahasiswa menganggap liburan sebagai kesempatan untuk mencari uang tambahan dan waktu untuk bersantai.
Sekarang membuka Jasa Titip (Jastip) barang selama perjalanan adalah salah satu cara menguntungkan. Disisi lain mereka pergi berlibur namun mereka mendapatkan cuan yang dapat digunakan untuk tambahan uang jajan.
Ada banyak cara bagi mahasiswa menawarkan jasa pembelian berbagai produk khas daerah yang mereka kunjungi. Melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp mahasiswa dapat menawarkan berbagai barang tertentu mulai dari makanan, oleh-oleh yang sulit ditemukan di kota asal pemesan.
Penerapan sistem pre-order yang diterapkan, membuat jastip relative minim resiko karena pembayaran dilakukan sebelum barang dibeli. Keuntungan dari Jastip ini dianggap prospektif karena mahasiswa dapat memperoleh uang ekstra dari biaya jasa per barang selama liburan.
Jastip tidak hanya membantu mahasiswa pada aspek finasial saja, tetapi juga memberi mereka pengalaman berbisnis. Mereka mempelajari cara mengatur pesanan, menghitung keuntungan, dan menjaga kepercayaan pelanggan agar tidak kecewa.
Fenomena jastip yang kian meningkat menunjukan perubahan dalam cara mahasiswa menghabiskan waktu liburan mereka. Liburan sekarang bukan hanya sekedar cara bersantai, dengan adanya jastip dapat menjadi peluang cuan baru yang diminati banyak mahasiswa.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian