Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Hikmah Isra Mikraj yang Bisa Jadi Bekal Memasuki Sya’ban dan Ramadan

Aditya Novrian • Senin, 19 Januari 2026 | 14:00 WIB

REFLEKSI: Dr Moch. Sony Fauzi menyampaikan hikmah Isra Mikraj dalam pengajian di Masjid Al Falah, RW 7, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (18/2). (Dzaky W. Maulana)
REFLEKSI: Dr Moch. Sony Fauzi menyampaikan hikmah Isra Mikraj dalam pengajian di Masjid Al Falah, RW 7, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (18/2). (Dzaky W. Maulana)

MALANG KOTA – Rajab segera berlalu. Namun, hikmah peristiwa Isra Mikraj yang diperingati setiap 27 Rajab tetap perlu menjadi catatan setiap muslim. Apalagi Sya’ban dan Ramadan segera tiba.

Salah satunya adalah tentang kedermawanan. Ini terkait dengan sifat Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW.

“Isra Mikraj terjadi ketika Nabi Muhammad sedang bersedih setelah ditinggal wafat Siti Khadijah. Itu menunjukkan betapa sangat berartinya Siti Khadijah bagi Nabi,” ujar Dr Moch. Sony Fauzi, dosen UIN Maliki Malang, Minggu malam (18/1).

Baca Juga: UB Bebaskan UKT 190 Mahasiswa Korban Banjir Aceh dan Sumatera

Sony menyampaikan hal itu dalam peringatan Isra Mikraj di Masjid Al Falah, RW 7, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Menurut dia, dermawan alias lomansudah menjadi akhlak dari Khadijah.Akhlak ini pula yang membuat Nabi SAW sangat kehilangan begitu ditinggal wafat sang istri.

Sepertidikisahkan dalam sejarah, Khadijah adalah saudagar kaya raya dari suku terpandang di Arab ketika menikah dengan Nabi Muhammad. Ia rela menghabiskan seluruh harta bendanya demi mendukung perjuangan Nabi.

Hal itulah yang menurut Sony patut diteladani.

Dadi wong ki mbok ya sing loman, nyontoa Siti Khadijah. KenapaKanjeng Nabi pas ditinggal sedabojoneiku sedih, salah sijine sifat loman saking Siti Khadijah ingkangngancaniperjuanganipunKanjeng Nabi,”tutur Sony.

Baca Juga: Kenalkan Isra Mikraj kepada Anak lewat Sirah Nabawiyah, Psikolog Hanania Kidz: Cerita Lebih Mudah Dipahami

Hikmah kedua, lanjut Sony, adalah jangan pernah melawan sunnatullahdanqudratullah. Dalam peristiwa Isra Mikraj, dua hukum tersebut berlaku pada Nabi Muhammad.

Kata Sony,sunnatullah adalah hukum yang mengandung sebab-akibat. Maksudnya adalah segala sesuatu yang kita inginkan harus diiringi dengan doa dan usaha.

Mustahil kiranya kita bisa sampai pada apa yang kita tuju bila tidak dibarengi oleh dua hal tersebut, yaitu usaha dan doa. “Sebab usaha tanpa doa berarti sombong dan doa tanpa usaha berarti bohong,” katanya.

Sedangkan qudratullah, lanjut Sony, adalah sebuah ketetapan mutlak yang sudah tertulis pada lauhul-mahfudzuntuk setiap manusia, mulai hidup hingga kembali kepada Allah.Ini jelas tidak mungkin dilawan oleh manusia.

Adapun hikmah ketiga yang bisa dipetik dari peristiwa Isra Mikraj adalah kewajiban menjalankan salat lima waktu. Menurut Sony, diberangkatkannya NabiMuhmmad ke langit ketujuh dalam peristiwa Mikraj adalah untuk menerima wahyuberupa perintah ibadah salat.

“Ini peristiwa yang istimewa,” tutur Sony. Sebab, jika perintah agama yang lain diturunkan melalui wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril, maka perintah salat ini disampaikan sendiri oleh Allah dan Nabi diminta untuk menghadap langsung.

Baca Juga: Waspada Hujan Lebat! Simak Prakiraan BMKG Jelang Long Weekend Isra Mikraj di Malang Raya

Ketiga hikmah itu bisa menjadi bekal setiap muslim untuk memasuki bulan Sya’ban dan Ramadan. Di mana setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadahnya. Termasuk ibadah yang bersifat sosial.

Sementara, Ketua Takmir Masjid AlFalah Imam Jazuli menyampaikan pengajian ini merupakan puncak dari peringatan Isra Mikraj di masjid tersebut. Rangkaiannya dimulai pagi hari dengan kegiatan khotmilQur’an dan kerja bakti membersihkan kompleks masjid. “Pengajian ini dimaksudkan untuk menggali hikmah dari peristiwa Isra Mikraj,” tuturnya.

Penulis: Dzaky Wildan Maulana

Editor : Aditya Novrian
#isra mikraj #rajab