RADAR MALANG - Bagi jutaan penggemar balok susun di seluruh dunia sekarang ini sedang berkumpul untuk Perayaan Hari Lego Internasional pada 28 Januari. Momen ini bukan sekadar ajang berkumpul saja, melainkan penghormatan terhadap inovasi yang telah mengubah dunia permaianan selama beberapa dekade.
Sejarah Awal Peringatan Hari Lego Sedunia
Dilansir dari Days of the year, pemilihan tanggal 28 januari sebagai perayaan Hari Lego Sedunia karena mengacu pada peristiwa penting yang terjadi di tahun 1958. Tepat pada hari itu Godtfred Kirk Christiansen mendaftarkan hak paten untuk desain stud and tube yang ikonik dan sekarang disebut sebagai balok lego.
Sistem penguncian pada balok logo tersebut menjadi inoasi revolusioner karena memungkinkan tiap balok plastik melekat satu sama lain tanpa menggunakan perekat. Walaupun balok mudah dilekatkan, balok lego ini juga mudah dilepaskan kembali. Bahkan desain balok lego pada tahun 1958 masih sangat cocok dengan desain balok yang sekarang ini masih diproduksi.
Filosofi Nama "Led Godt" yang Dikenal Dunia sebagai Lego
Berdasarkan kutipan dari rri.co.id bahwa nama "Lego" bukanlah dari sekedar kata tanpa makna. Kata "Lego" diambil dari dua kata dalam bahasa Denmark yakni, "Led Godt" yang berarti bermainlah dengan baik.
Ole Kirk Christiansen, seorang tukang kayu dari Billund, Denmark yang mendirikan perusahaan ini di tengah masa sulit depresi ekonomi tahun 1932 adalah orang yang memulai semangat ini. Pada awalnya Lego tidak terbuat dari plastik namun dari kayu berkualitas tinggi, namun akibat peristiwa Perang Dunia II perusahaan milik Ole terbakar dan mengalami kelangkaan kayu.
Dari peristiwa inilah plastik mulai dilirik sebagai bahan utama pembuatan Lego, evolusi ini yang membawa Lego dari sekadar mainan lokal dari Denmark menjadi fenomena budaya global yang telah masuk ke film, video games, bahkan taman hiburan seperti Legoland.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian