Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bacaan Niat Puasa Ramadan beserta Tata Caranya

Aditya Novrian • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi membaca niat puasa. (freepik)
Ilustrasi membaca niat puasa. (freepik)

RADAR MALANG – Dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan yang penuh keberkahan adalah nikmat luar biasa yang patut disyukuri. Pasalnya, bulan suci ini merupakan momentum yang penting untuk memperkuat ketaatan, meningkatkan amal saleh, dan membersihkan diri dari dosa dan keburukan. 

Dengan demikian, penting bagi setiap Muslim untuk memahami niat puasa Ramadan agar ibadah yang dijalani dilandasi dengan keikhlasan, mendapatkan pahala yang maksimal, serta meningkatkan kesabaran dalam menahan diri saat puasa. 

Dilansir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Islam memiliki dua pandangan berbeda mengenai cara membaca niat puasa Ramadan, yaitu niat puasa yang dibaca satu kali sekaligus untuk sebulan penuh dan niat yang dibaca setiap malam selama Ramadan.

Niat puasa Ramadan sebulan penuh

Dalam mazhab Maliki, kita hanya perlu niat puasa sekali untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. Dengan demikian, tidak perlu mengulangi niat setiap hari, karena puasa Ramadan dianggap sebagai satu kesatuan dalam ibadah.

Pendapat ini boleh diikuti sebagai langkah berjaga-jaga dan untuk mengantisipasi jika terlupa atau tertidur. Berikut bacaan niat puasa untuk satu bulan penuh.

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.” 

Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari! Pahami Rukun dan Syarat Wajib Puasa Ramadan

Niat puasa Ramadan setiap hari

Menurut mazhab Syafi’i, niat untuk berpuasa perlu dilakukan setiap malam selama bulan Ramadan. Dalam Hasyiyatul Iqna’ karya Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, ketentuan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa “Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.”

Niat ini perlu dilakukan setelah mengerjakan shalat tarawih atau saat sedang sahur. Berikut bacaan niat puasa Ramadan untuk setiap hari. 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Penulis: Afida Rahma Tsabita 

Editor : Aditya Novrian
#niat #Ramadan #Puasa