Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 3, Kisah 2 tentang Guru Abu Manshur yang Tidak Temukan Budak 80 Tahun

Aditya Novrian • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:00 WIB

 

Sampul Kitab Ushfuriyah
Sampul Kitab Ushfuriyah

MALANG - Ada dua hikayat yang disertakan Syekh Muhammad bin Abu Bakar dari hadis ketiga yang disusunnya dalam kita Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah. Hadis itu riwayat dari Anab bin Malik yang berisi tentang pentingnya menghormati orang yang lebih tua. 

Dalam hadis itu, Anas mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda sebagai berikut:

“Sesungguhnya Allah SWT melihat wajah seorang yang sudah tua di pagi dan sore. Dia berfirman: ‘Wahai hamba-Ku, usiamu telah tua. Kulit tubuhmu telah keriput. Tulangmu telah rapuh. Ajalmu telah mendekat. Sudah waktunya kamu menemui-Ku. Maka merasa malulah kamu kepada-Ku karena Aku malu menyiksamu di neraka karena ubanmu.’”

Pada hikayat atau kisah yang kedua, disebutkan bahwa menjelang wafatnya, guru dari Abu Manshur Al Maturidi (seorang ulama besar ilmu kalam) menginginkan seorang hamba/budak yang seumur dengan dirinya, yaitu lebih dari 80 tahun. 

Abu Manshur pun disuruh untuk mencarikannya, untuk dibeli dan dimerdekakan. Maka, berangkatlah Abu Manshur. Tapi, ia tidak menemukan. 

Malah, orang-orang bilang, “Sangat aneh! Mana ada hamba sahaya seumur itu masih dalam perbudakan?”

Pulanglah Abu Manshur dengan tangan hampa dan menceritakannya kepada sang guru tentang apa yang dikatakan orang-orang. Guru itu pun menangis dan bermunajat kepada Allah:

“Ya Allah, sesungguhnya budak yang berusia di atas 80 tahun itu tidak ada, kecuali ia sudah dimerdekakan. Sedangkan aku sudah berusia 80 tahun, bagaimana tidak Kau merdekakan aku dari api neraka? Padahal, Engkau adalah Dzat yang Maha Pengasih, Dermawan, Agung, Pengampun dan Penerima syukur.” 

Akhirnya Allah memerdekakan sang guru dari api neraka karena munajatnya tersebut. 

Dari kisah ini kita bisa memetik pelajaran tentang pentingnya introspeksi diri. Dalam hikayat tersebut, guru dari Abu Manshur Al Maturidi merasa “diingatkan” begitu menjumpai kenyataan bahwa budak berusia 80 tahun sudah tidak ada, kecuali sudah dalam keadaan merdeka. Karena itu, ia lantas memohon kepada Allah agar diampuni dosa-dosanya. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah) 

Editor : Aditya Novrian
#ngaji ramadan #Kitab Ushfuriyah