Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 8 Kisah 1 tentang Malaikat yang Diperintahkan Membangun Kakbah di Bumi

Aditya Novrian • Kamis, 26 Februari 2026 | 04:00 WIB

Sampul Kitab Ushfuriyah
Sampul Kitab Ushfuriyah

MALANG - Hadis kedelapan kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar didasarkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib. Ia menceritakan bahwa Nabi SAW pernah bersabda demikian:

“Pada hari Jumat, akan duduk di setiap pintu masjid 70 malaikat yang mencatat nama orang-orang yang datang ke masjid, hingga lelaki terakhir yang datang bertepatan dengan duduknya imam di mimbar.

Ketika duduk dan tidak mengganggu yang lain dan yang dibicarakannya hanya kebaikan, maka orang itulah yang paling mendekati ganjaran ahli Jumat. Orang seperti itu yang mendapat ampunan dari perbuatan buruknya di antara dua Jumat... (hingga akhir hadis).”

Dari hadis di atas, Syekh Muhammad bin Abu Bakar menyertakan dua hikayat. Yang pertama diambilkan dari salah satu ayat dalam Al Quran sebagai berikut:

Allah berfirman, “Dan ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat; ‘Sesungguhnya Kami akan menjadikan khalifah di muka bumi’ maka para malaikat berkata, ‘Akankah Engkau menjadikan makhluk yang akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi sedangkan kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?”

Maka murkalah Allah mendengar jawaban malaikat itu. Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami lebih tahu daripada apa yang kalian tidak ketahui.”

Gentarlah para malaikat. Lalu, mereka terbang, tawaf mengelilingi ‘Arsy sebanyak tujuh kali.

Kemudian Allah pun memaafkan mereka. Dia memerintahkan mereka untuk membangun rumah di bumi agar ketika anak cucu Adam berbuat dosa maka mereka memutari rumah tersebut sebanyak tujuh kali dan Allah akan memaafkan mereka sebagaimana Dia memaafkan para malaikat setelah memutari ‘Arsy sebanyak tujuh kali.

Atas perintah itu, dengan segera para malaikat turun ke bumi dan membangun Ka’bah. Pada saat terjadinya banjir bandang yang keempat, Allah mengangkat Ka’bah tersebut ke langit. Kemudian Dia menciptakan sebuah menara di samping Ka’bah dan menyebutnya dengan Baitul Makmur. Tinggi Baitul Makmur adalah sejauh perjalanan 500 tahun.

Ketika hari Jumat datang, Jibril ‘alaihi as-salam naik ke atas menara dan mengumandangkan adzan. Setelah itu, Israfil ‘alaihi as- salam naik di atas mimbar dan berkhotbah.

Setelah mereka semua selesai salat, Jibril berkata:  “Pahala yang aku dapatkan karena adzan akan aku berikan kepada semua orang yang adzan di bumi.”

Kemudian Israfil berkata, “Pahala yang aku dapatkan karena berkhotbah akan aku berikan kepada semua orang yang berkhotbah di bumi.”

Kemudian Mikail berkata, “Pahala yang aku dapatkan karena mengimami salat (Jumat) akan aku berikan kepada semua imam salat Jumat di bumi.”

Kemudian para malaikat berkata “Pahala yang kami dapatkan karena berjamaah salat Jumat akan kami berikan kepada semua orang yang berjamaah salat Jumat di belakang imam.”

Kemudian Allah berfirman, “Wahai para malaikat-Ku! Apakah kalian semua akan mengasihi hamba-hamba-Ku sedangkan Aku adalah Allah Yang Maha Pengasih? Wahai para malaikat-Ku! Aku bersaksi di hadapan kalian bahwa sesungguhnya Aku mengampuni mereka semua yang menghadiri salat Jumat.”

Hadiah ampunan dari Allah ini merupakan hadiah istimewa untuk umat Muhammad, bukan umat-umat sebelum mereka.

Hikayat ini menyampaikan pesan kepada kita tentang pentingnya salat Jumat. Banyak keutamaan yang didapat dari ibadah yang bersifat mingguan itu. Para malaikat utama (Jibril, Israfil, Mikail) pun menghadiahkan pahala mereka kepada semua yang terlibat salat Jumat. Di samping Allah yang menjanjikan ampunan kepada mereka yang menjalankan ibadah ini dengan benar. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

 

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
#ngaji ramadan #Kitab Ushfuriyah