Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriah, Hadis 11 Kisah tentang Sekerat Lemak dan Secarik Kain yang Jadi Pelindung dari Api Neraka

A. Nugroho • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:10 WIB

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriah, Hadis 11 Kisah tentang Sekerat Lemak dan Secarik Kain yang Jadi Pelindung dari Api Neraka
Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriah, Hadis 11 Kisah tentang Sekerat Lemak dan Secarik Kain yang Jadi Pelindung dari Api Neraka

MALANG - Dari dua hadis kesebelas tentang keutamaan bersedekah dalam kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriah, Syekh Muhammad bin Abu Bakar menyertakan satu hikayat di dalamnya.


Hikayat diambil dari cerita yang disampaikan Aisyah ra. Ia mengisahkan bahwa ada seorang wanita mendatangi Rasulullah SAW dengan kondisi tangan kanannya kering. Kemudian wanita itu berkata:

Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Pertama dari Hadis Ke-11 tentang Pinjaman Ali yang Dibayar Kontan 50 Kali Lipat oleh Allah


“Wahai Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar menyembuhkan tanganku dan mengembalikannya ke keadaan semula.”


“Apa yang menyebabkan tanganmu menjadi kering?” tanya Rasulullah.


“Aku bermimpi seolah-olah Hari Kiamat terjadi. Neraka Jahim telah dinyalakan apinya. Surga telah dibuka. Api neraka berubah menjadi jurang-jurang. Kemudian aku melihat ibuku berada di salah satu jurang dari jurang-jurang Jahannam. Satu tangannya memegang potongan lemak dan satu tangannya lagi memegang kain kecil yang menjaganya dari kobaran api.”


Aku lalu bertanya, ‘Oh ibu! Mengapa kamu berada di jurang ini? Padahal kamu adalah orang yang taat kepada Allah dan suamimu juga ridha kepadamu.’


‘Oh anakku! Aku ini adalah seorang perempuan pelit ketika di dunia. Jurang ini adalah tempat orang-orang yang pelit,’ jawab ibuku.


‘Lalu apa arti potongan lemak dan kain kecil yang aku lihat di tanganmu itu?,’ tanyaku lagi.
‘Potongan lemak dan kain ini adalah barang yang pernah aku sedekahkan ketika berada di dunia. Selama masa hidupku, aku tidak pernah mengeluarkan sedekah kecuali dua benda ini. Dua benda ini diberikan kepadaku sehingga aku terlindungi dari api dan siksa,’ jawab ibuku.

‘Lalu di mana ayah?,’ tanyaku.


‘Ayahmu adalah orang yang dermawan. Ia sekarang berada di tempat orang-orang yang dermawan di surga,’ jelas ibuku.


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Kedua dari Hadis Ke-11 tentang Nabi yang Menegosiasi Pahala Sedekah kepada Allah


“Kemudian aku mendatangi ayahku. Aku melihat ayahku sedang berdiri di tepi telagamu, wahai Rasulullah! Ia sedang memberikan minuman air telaga kepada orang-orang.”


“Ia mengambil gelas dari tangan Ali. Sedangkan Ali mengambilnya dari tangan Usman. Sedangkan Usman mengambilnya dari tangan Umar. Sedangkan Umar mengambilnya dari tangan Abu Bakar ash-Shiddiq. Sedangkan Abu Bakar sendiri mengambilnya dari tanganmu, wahai Rasulullah!”


Kemudian aku berkata kepada ayahku, ‘Wahai ayah. Sesungguhnya ibu seorang perempuan yang taat kepada Allah dan kamu ridhai. Ibu sekarang berada di salah satu jurang neraka Jahanam. Sedangkan ayah memberikan minuman kepada orang-orang dari telaga Nabi SAW. Ibu sangat kehausan. Berilah ia seteguk air itu!’


Ayahku menjawab, ‘Hai anakku! Sesungguhnya ibu berada di tempat orang-orang yang pelit, yang bermaksiat, dan yang berdosa. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan air telaga Rasulullah SAW bagi mereka yang pelit, yang bermaksiat dan yang berdosa.’


Kemudian aku mengambil air telaga itu dengan telapak tanganku agar bisa memberikannya kepada ibu. Ketika ibuku meminumnya, maka terdengar suatu seruan: ‘Allah telah mengeringkan tanganmu karena kamu telah mendatangi dan memberikan minuman kepada wanita yang bermaksiat dan yang pelit dengan air telaga Rasulullah SAW.’


Kemudian aku pun terbangun dari tidurku. Dan tiba-tiba tanganku sudah dalam keadaan kering seperti ini.”


Kemudian Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Sifat pelit ibumu telah memberimu bencana di dunia, lantas bagaimana bencana baginya di akhirat?”


Lalu, Rasulullah meletakkan tongkatnya di tangan wanita itu dan berkata, “Ya Allah! Demi mimpi yang baru saja ia ceritakan, semoga Engkau menyembuhkan tangannya.”


Kemudian tangan wanita itu pun sembuh dan kembali seperti semula.


Baca juga: Mengenal Kitab Ushfuriyah, Biasa Dibaca saat Ramadan, Ada Amalan-Amalan yang Dianjurkan


Hikayat ini semakin menguatkan pesan dari dua hadis kesebelas dalam kitab ini. Yaitu, tentang pentingnya bersedekah yang dimensinya sebenarnya bukan sekadar untuk orang lain. Akan tetapi, justru untuk kita sendiri yang bersedekah.


Dalam hikayat di atas, sepotong lemak dan secarik kain yang pernah disedekahkan di dunia, menjadi barang yang bisa dipakai melindungi dari api neraka. Pelajarannya, seandainya yang disedekahkan semasa hidup di dunia lebih banyak, tentu perlindungannya di akhirat akan semakin banyak pula. Bahkan, justru bisa menempatkan kita di surga. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriah)

Editor : A. Nugroho
#surga #hadis #sedekah #Hikayat