Kata ini punya makna yang sama dengan istilah nyeker. Kata ngodok artinya telanjang kaki atau barefoot. Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati menyebut, ngodok menjadi bukti bahwa istilah bisa terbentuk dari perumpamaan.
”Istilah ngodok tentu berhubungan dengan hewan kodok. Sama seperti nyeker, yang berhubung dengan ceker atau kaki ayam,” terang dia. Restu kurang tahu pasti hubungan antara kodok dengan orang yang tidak menggunakan alas kaki.
Kemungkinan besar, istilah itu hanya menggambarkan perilaku manusia yang tidak menggunakan alas kaki mirip seperti hewan. ”Kalau nyeker berasal dari kata ceker. Merujuk pada aktivitas ayam mengais, mengorek, atau mencari sesuatu di tanah memakai kakinya,” tutur Restu.
Dari pengamatannya, istilah ngodok umum digunakan warga-warga dari budaya Arekan. Selain Malang ada Surabaya, Pasuruan, Mojokerto dan lain-lain. Di daerah-daerah itu juga masih menggunakan istilah nyeker sebagai pilihan utama. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian