Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 33 tentang Amalan Hari Jumat yang Bisa Menembus Langit 

A. Nugroho • Kamis, 19 Maret 2026 | 04:57 WIB
Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 33 tentang Amalan Hari Jumat yang Bisa Menembus Langit 
Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 33 tentang Amalan Hari Jumat yang Bisa Menembus Langit 

 

MALANG - Hadis ke-33 dari kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Abdurrahman bin Zaid bin Aslam bin Mak-hul. Ia mendapatkan cerita dari Ubaidah bin as-Shomit bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa mandi di hari Jumat dengan niat yang baik maka kulit tubuhnya yang dikenai air akan penuh dengan cahaya. Seluruh kulit tubuhnya itu akan menjadi cahaya pada Hari Kiamat di tempat pemberhentian seluruh makhluk (Mauqif). 


Tubuhnya akan menjadi cahaya yang bersinar di antara makhluk lainnya. Kemudian Jumat akan datang dengan menjelma seorang laki-laki. Kepalanya mengenakan mahkota surga.


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 32 dan Kisah tentang Abu Bakar dan Ali yang Menangis dalam Salatnya


Kemudian Jumat yang menjelma laki-laki itu mengucap salam: “Assalamu’alaika!”
‘’Alaikas Salam!” jawab orang yang mandi tadi lalu bertanya: “Siapa Anda?”


“Aku adalah Jumat di mana kamu pernah mandi. Aku adalah Jumat di mana kamu pernah salat dengan sebaik-baiknya karena Allah. Aku datang untuk memberikan kesaksian untukmu di sisi Allah,” jawab lelaki Jumat.


Kemudian si Jumat memberikan kesaksian untuk orang yang mandi itu di sisi Allah. Dan orang yang mandi itu pun masuk surga. 


Barang siapa mandi di hari Jumat dan memakai pakaiannya, kemudian ia keluar rumah untuk melaksanakan salat Jumat, maka Allah akan menulis setiap langkahnya sebagai ibadah satu tahun, yaitu ibadah puasa dan salat.


Kemudian ketika ia masuk masjid dan tidak bersenda gurau maupun berbicara kecuali tentang kebaikan maka Allah akan mencatatkan baginya kebaikan sebanyak orang yang salat Jumat di masjid tersebut di mana masing-masing salat mereka dihitung 25 kali salat, bahkan salat orang yang terakhir datang sekalipun.


Barang siapa membaca surat Al Kahfi dalam dua rakaat di hari Jumat maka baginya akan ada tiang cahaya dari masjid di mana ia salat Jumat yang tembus sampai ke Masjidil Haram di Makkah. Yang mengisi tiang tersebut adalah para malaikat yang memintakan ampunan untuknya sampai hari Jumat berikutnya. 


Apabila ia salat Jumat di Masjidil Haram di Makkah maka akan bersinar tiang cahaya dari Masjidil Haram yang tembus sampai Baitul Makmur yang berada di langit. Yang mengisi tiang tersebut adalah para malaikat yang memintakan ampunan untuknya sampai hari Jumat berikutnya.


Barang siapa salat empat rakaat di hari Jumat sebelum imam naik ke atas mimbar, dan ia membaca “alhamdulillah” sekali dan surat al-Ikhlas 50 kali dalam setiap rakaatnya, yang apabila ditotal maka ia telah membacanya sebanyak 200 kali dalam empat rakaat, maka sungguh ia telah memenuhi hak hari Jumat sebagaimana para malaikat lakukan. Dan ia tidak akan keluar dari dunia kecuali ia setelah tahu tempatnya di surga. 


Dan ketika ia hendak keluar dari masjid setelah selesai salat Jumat, kemudian ia berdoa: “Allah, saya telah memenuhi seruan-Mu. Saya telah salat atas kewajiban yang Kau tentukan, dan kami pun lalu menyebar seperti Engkau perintahkan (seperti tersebut dalam QS Jumat: 9). Maka, berilah saya rezeki yang melimpah. 


Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam ayat suci-Mu: ‘Ketika Kami memanggil untuk salat di hari Jumat maka bergegaslah untuk mengingat Allah (QS Jumat: 9)’ begitu pula firman-Mu: ‘Ketika salat Jumat telah usai ditunaikan maka bertebaranlah kalian semua di bumi..’ (QS Jumat: 9)” maka orang tersebut diberi pahala amal selama 200 tahun.


Hadis ini membeberkan amalan-amalan pada hari Jumat dengan berbagai keutamaannya. Pahalanya melimpah-limpah jika benar-benar dilaksanakan oleh setiap muslim. Tidak ada hikayat atau kisah yang disertakan penulis kitab ini. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

 

Editor : A. Nugroho
#salat #ushfuriyah #Ngaji #hadis #Ali #Jumat #amalan #kitab