RADAR MALANG - Hadis ke-39 dari kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Mujahid dari Salman al Farisi. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Barang siapa dari umatku menjaga 40 hadis maka ia masuk surga dan Allah akan mengumpulkannya bersama para nabi dan para ulama di Hari Kiamat.”
Kami bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah! 40 hadis yang mana?”
Rasulullah menjawab, “(40 hadis itu tentang) kamu beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, para nabi, kebangkitan makhluk setelah kematian, qadar dari Allah, baik atau buruknya, kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.
Kamu mendirikan salat dengan menyempurnakan wudhu tepat pada waktunya dengan menyempurnakan rukuk dan sujud, kamu membayar zakat sesuai dengan haknya, kamu berpuasa di bulan Ramadhan, kamu menunaikan haji di Kakbah apabila kamu mampu.
Kamu melaksanakan salat 12 rakaat di setiap siang dan malam, 12 rakaat itu adalah kesunahanku dan tiga rakaat salat Witir, jangan meninggalkannya! Kamu tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah.
kamu tidak mendurhakai kedua orang tuamu, kamu tidak makan harta anak yatim, kamu tidak makan harta riba, kamu tidak meminum khamr, kamu tidak bersumpah palsu atas nama Allah, kamu tidak memberikan kesaksian palsu pada saudara dekat atau jauh.
kamu tidak melakukan perbuatan dengan hawa nafsumu, kamu tidak meng-ghibah saudaramu, kamu tidak terjerumus dalam ghibah orang lain, kamu tidak memfitnah zina terhadap wanita yang menjaga harga dirinya.
kamu tidak terjerumus ke dalam omongan orang kalau kamu adalah orang yang riya’ karena dapat melebur amalmu, kamu tidak banyak bercanda dan melakukan hal yang tidak bermanfaat bersama orang-orang yang melakukan hal-hal tidak bermanfaat.
kamu tidak berkata kepada orang yang bodoh, “Hai orang bodoh,” dengan tujuan untuk menghinanya, kamu tidak menertawakan orang lain, kamu bersabar atas cobaan yang menimpamu, kamu tidak merasa aman dari siksa Allah, kamu tidak mengumbar fitnah di kalangan masyarakat.
Kamu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Dia berikan kepadamu, kamu bersabar atas cobaan dan musibah, kamu tidak berputus asa dari rahmat Allah, kamu selalu sadar bahwa apa yang menimpa kamu tidak mungkin meleset darimu, dan apa yang tidak akan mengenaimu tidak akan ditimpakan kepadamu.
Kamu tidak menyebabkan kemarahan Allah dengan mencari keridhaan makhluk lain, kamu tidak lebih memilih dunia daripada akhirat, ketika saudaramu muslim meminta sesuatu yang kamu miliki maka kamu tidak pelit berbagi dengannya.
Dalam masalah agama, kamu melihat kepada orang yang lebih di atasmu. Dalam masalah dunia, kamu melihat kepada orang yang lebih di bawahmu.
Kamu tidak berbohong, kamu tidak ikut serta dengan para setan, kamu meninggalkan hal batil, kamu tidak melakukan hal batil.
Ketika kamu mendengar kebenaran maka kamu jangan menyembunyikannya, kamu mendidik tata krama kepada istrimu, anakmu dengan pendidikan yang bermanfaat bagi. mereka di sisi Allah dan mendekatkan mereka kepada-Nya.
Kamu berbuat baik kepada tetangga, kamu tidak memutus hubungan dari kerabat-kerabatmu, dan orang-orang yang memiliki ikatan darah denganmu, kamu menyambung hubungan silaturahmi dengan mereka, kamu tidak melaknati salah satu dari makhluk Allah.
Kamu memperbanyak membaca tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, kamu tidak meninggalkan membaca Al Qur’an di setiap keadaan kecuali ketika kamu dalam kondisi junub atau hadas besar, kamu tidak meninggalkan untuk menghadiri salat Jumat, jamaah salat, dan salat dua hari raya.
Dan lihatlah apa saja yang sekiranya tidak kau sukai bila dikatakan orang kepadamu atau dilakukan orang kepadamu –maka jangan pula kau kerjakan terhadap orang lain.
Salman berkata: Aku bertanya kepada Nabi, “Apa kiranya pahala bagi orang yang menjaga empat puluh hadis itu?”
Rasulullah menjawab, “Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Sesungguhnya Allah akan mengumpulkannya di Hari Kiamat bersama para nabi dan para ulama.
Barang siapa mempelajari 40 hadis ini, kemudian ia mengajarkannya kepada orang lain, niscaya hal itu lebih baik baginya daripada ia diberi dunia dan isinya.
Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini dan dengannya ia mencari keridhaan Allah maka Dia akan mengalunginya di Hari Kiamat dengan kalung cahaya yang seluruh orang awal dan akhir akan mengagumi keindahannya, keutamaannya, keelokannya, dan kemuliaan Allah kepadanya.
Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini maka di Hari Kiamat Allah akan memberinya izin mensyafa’ati 40.000 manusia yang sudah ditetapkan masuk neraka di mana masing-masing dari 40.000 manusia tersebut dapat mensyafa’ati 40.000 manusia lain (Rasulullah mengatakan kalimat ini sebanyak tiga kali).
Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini, dan mengajarkannya kepada orang lain, maka di Hari Kiamat, Allah akan memberinya pahala 40 wali Abdal dan Dia akan memberinya seribu malaikat di setiap hadisnya di mana mereka akan membangunkan rumah-rumah dan gedung-gedung, serta menanamkan pepohonan baginya di surga.
Demi Allah yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran sebagai seorang nabi! Barang siapa menjaga 40 hadis ini, di mana ia bisa memberikan manfaat dengan 40 hadis tersebut kepada orang lain, maka Allah mengharamkan jasadnya dari neraka dan kelak ia di Hari Kiamat akan berada di atas menara cahaya.
Ia akan selamat dari kekagetan besar berupa dicabutnya ruh. Allah akan menyelamatkannya dari hitungan amal. Dia akan memberi orang yang menjaga 40 hadis ini dan orang yang mempelajarinya derajat para ulama dan Dia akan menempatkannya bersama mereka. Dia akan memberinya balasan yang Dia berikan kepada para ulama.”
Syekh Najmuddin an-Nasafi berkata, “Aku telah memberikan kalian hadis 40 ini, maka cernakan dan pahamilah. Jangan kalian menjadi seperti kaum yang hampir saja tidak bisa paham omongan.”
Maksud dari hadis ini telah jelas sekali. Yakni, tentang pentingnya mempelajari, memahami, sekaligus mengamalkan hadis Nabi. Termasuk pahalanya jika bisa menjaga hingga 40 hadis. Ini pula yang disebutkan dalam pengantar kitab ini mendorong Syekh Muhammad bin Abu Bakar, penulisnya, menyusun hadis yang kemudian terkenal dengan Kitab Ushfuriyah ini. Wallahu a’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)