MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tunjangan Hari Raya (THR) adalah salah satu bentuk penghasilan di luar gaji bagi pegawai di Indonesia menjelang hari raya keagamaan. THR sering kali dianggap sebagai tambahan pemasukan yang paling dinantikan oleh para pekerja karena biasanya digunakan untuk berbelanja kebutuhan selama hari raya.
Meskipun jumlah THR cukup menarik dan menggiurkan, kita tetap perlu mengelolanya dengan baik. Pasalnya, uang THR bisa saja habis lebih cepat dari yang diperkirakan. Lantas, apa saja penyebab uang THR cepat habis? Berikut penjelasannya!
1. Kebiasaan melakukan pembelian tanpa perhitungan
Berhati-hatilah saat akan mengeluarkan uang THR. Berbelanja dengan uang lebih memang terasa lebih mudah dan menyenangkan, tetapi akan menjadi kesalahan jika tidak memiliki rencana belanja yang matang. Jangan sampai pengeluaran THR kamu didominasi oleh belanja impulsif yang justru lebih banyak daripada kebutuhan yang penting.
Misalnya, saat kamu berbelanja di acara midnight sale menjelang Lebaran, banyak barang yang diberikan diskon dengan harga lebih murah agar menarik minat pembeli. Disarankan agar kamu memusatkan perhatian terlebih dahulu pada barang utama yang memang kamu perlukan. Hal ini agar uang THR yang kamu miliki tetap mencukupi dan tidak cepat habis setelah berbelanja.
2. Menganggap THR sebagai dana tambahan yang datang secara spontan
Seperti yang kita semua ketahui, hari raya biasanya disertai dengan berbagai persiapan, mulai dari kebutuhan rumah, pakaian, hingga makanan. THR sendiri seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut di hari raya nanti. Sangat keliru jika uang THR dipakai hanya untuk berfoya-foya semata.
Memang, kamu bisa memanfaatkan uang THR sebagai sumber pengeluaran untuk memberi diri sendiri hadiah yang lebih dari biasanya. Namun, tentu ada batasannya. Menggunakan uang THR hanya untuk kepuasan pribadi merupakan kesalahan besar, karena uang yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan hari raya malah dihabiskan untuk hal-hal yang kurang penting.
3. Tidak mencatat penggunaan dan pengeluaran uang THR
Perlakukanlah uang THR kamu layaknya gaji bulanan, termasuk dengan mencatat setiap keluar-masuknya uang tersebut. Jika kamu tidak memiliki catatan mengenai ke mana saja uang THR itu digunakan, maka bisa saja muncul keraguan dan ketidakpastian mengenai jumlah uang yang tersisa di tanganmu karena pengeluaran yang tidak terkontrol.
Terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga, semua pengeluaran perlu dicatat agar dapat dikomunikasikan dengan baik. Tidak perlu membuat pencatatan yang terlalu detail; cukup catatan sederhana yang mudah dipahami. Karena uang THR juga merupakan sumber penghasilan, jangan sampai disia-siakan.
Baca Juga: Masih Bingung Cari Tempat Liburan? Ini 4 Wisata di Malang yang Bisa Jadi Pilihan
4. Mengabaikan dana darurat
Uang THR sebenarnya dapat menjadi sumber untuk mengisi kembali dana darurat tanpa memberatkan keuangan kamu. Karena uang THR tidak berhubungan langsung dengan gaji rutin, wajar jika kamu memanfaatkannya untuk memperkuat dana darurat yang baru kamu terima.
Jika kamu mengabaikan pentingnya dana darurat, risiko terhadap kesehatan keuanganmu pun akan meningkat. Saat hari raya, ada kemungkinan muncul hal-hal di luar perkiraan, misalnya kendaraan yang digunakan untuk mudik mengalami kendala. Perlu biaya tambahan untuk perbaikan, dan di sinilah fungsi dana darurat sangat diperlukan agar situasi tersebut tidak membebani keuanganmu.
5. Flexing
Saat ini, semakin banyak orang yang suka pamer di depan umum dengan tujuan menarik perhatian orang lain melalui kekayaan yang dimiliki. Pendapatan seperti THR sering kali menjadi sasaran untuk mendukung kebiasaan pamer tersebut. Meskipun pada dasarnya pamer kekayaan adalah perilaku finansial yang berbahaya, tetap saja banyak orang yang terbuai dan mengikuti tren tersebut karena merasa memiliki uang tambahan.
Hari raya Idul Fitri semakin dekat, serta Tunjangan Hari Raya (THR) pun sudah di depan mata. Hindari jangan sampai THR membuat kamu tergoda untuk menghabiskan uang secara sembarangan. Tetaplah mengendalikan keuanganmu agar setelah hari raya nanti, kondisi keuanganmu tetap terjaga dan aman.
Editor : Aditya Novrian