MALANG KOTA, RADAR MALANG – Saat ini, penggunaan ponsel sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari. Mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, hingga menghibur diri, semua dilakukan melalui layar ponsel. Sayangnya, banyak orang yang tanpa disadari menjadi kecanduan dengan penggunaan HP.
Ketergantungan ini bisa berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan produktivitas. Lantas, apa sebenarnya penyebab kecanduan HP dan bagaimana cara mengatasinya secara psikologis? Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Pahami alasan kamu menggunakan HP
Sering kali, kebiasaan menggunakan HP bukan soal kebutuhan, melainkan soal perasaan. Saat merasa bosan, cemas, atau kurang percaya diri, kita cenderung mencari hiburan melalui layar ponsel. Banyak orang memanfaatkan media sosial sebagai cara melarikan diri dari emosi negatif. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut memiliki akar psikologis yang cukup mendalam.
Dengan mengenali pemicu emosional tersebut, kita dapat mencari cara yang lebih sehat, seperti beristirahat sejenak, berbicara dengan teman, atau melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki suasana hati.
Terapkan teknik “urge surfing”
Dorongan membuka HP seperti gelombang yang datang dan hilang. Menurut psikolog Diana Hill, teknik “urge surfing” bisa membantu kamu menahan dorongan tanpa langsung menuruti. Penelitian menunjukkan, jika dorongan tidak dituruti, akan memuncak lalu menurun. Jadi, cukup menunggu tanpa bereaksi. Semakin sering latihan, semakin baik kamu mengontrol impuls, dan dorongan itu akan jadi lebih lemah.
Letakkan HP jauh dari tempat tidur
Scroll sebelum tidur sering dianggap sepele, tapi dampaknya besar. Psikolog Jean Twenge mengatakan, keberadaan HP di dekat tempat tidur bisa menurunkan kualitas tidur. Bahkan saat tidak dipakai, keberadaannya tetap memicu keinginan cek HP. Cahaya layar juga mengganggu ritme sirkadian tubuh, membuat tidur nyenyak dan bangun segar jadi sulit. Meletakkan HP jauh dari tempat tidur dapat membantu mengurangi kebiasaan scroll dan meningkatkan kualitas istirahat.
Kurangi kemudahan saat ingin menggunakan HP
Jika sulit menahan diri, buat akses ke HP lebih terbatas. Konsep ini dikenal sebagai “friction”, yakni menambah hambatan agar kebiasaan berkurang. Caranya bisa dengan memakai aplikasi pemblokir, membatasi waktu penggunaan, atau menyimpan HP di tempat yang tidak mudah dijangkau.
Cara ini efektif karena otak cenderung memilih hal yang paling mudah. Saat akses ke HP terasa lebih sulit, keinginan untuk membukanya pun akan berkurang.
Mengurangi kebiasaan membuka HP bukan hanya soal disiplin, tetapi juga memahami cara kerja pikiran. Berbagai cara tersebut membantu mengelola dorongan, bukan hanya sekadar menahannya. Meski tidak instan, perubahan kecil yang konsisten dapat berdampak besar, membuat pikiran lebih fokus dan waktu lebih terkontrol.
Editor : Aditya Novrian