Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gunung Panderman hingga Arjuno Diserbu Gen Z, Hiking Jadi Healing Favorit Mahasiswa di Malang

Parahita Ade Kumala • Senin, 20 April 2026 | 12:19 WIB
PENCINTA ALAM: Ilustrasi mendaki gunung seru
PENCINTA ALAM: Ilustrasi mendaki gunung seru.

MALANG, RADAR MALANG – Rutinitas kuliah yang padat, tugas menumpuk, hingga deadline beruntun mendorong banyak mahasiswa mencari cara melepas penat. Di tengah tekanan akademik itu, hiking kini menjadi tren di kalangan Gen Z Malang sebagai pilihan healing yang murah, sehat, sekaligus menyegarkan pikiran.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat mahasiswa melakukan pendakian singkat saat akhir pekan maupun libur kuliah. Sejumlah gunung di Malang Raya seperti Gunung Panderman, Gunung Arjuno, hingga Gunung Bromo menjadi destinasi favorit.

Selain akses yang relatif mudah, panorama alam yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda yang ingin sejenak menjauh dari rutinitas kampus.

Baca Juga: Mahasiswa dan Dosen Mulai Waswas Learning Loss saat Kuliah Daring Diterapkan

Bagi banyak mahasiswa, hiking bukan sekadar aktivitas fisik atau olahraga. Pendakian kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z, terutama sebagai bentuk healing untuk memulihkan kondisi mental di tengah tekanan akademik.

Jauh dari hiruk-pikuk kota, minim distraksi notifikasi ponsel, dan suasana alam yang tenang dinilai memberi ruang istirahat yang sulit didapat dalam keseharian. Udara segar dan pengalaman berada di alam terbuka menjadi alasan utama tren ini terus tumbuh.

Media sosial juga ikut mendorong popularitas hiking di kalangan mahasiswa. Konten pendakian di TikTok dan Instagram, mulai dari pemandangan puncak hingga momen kebersamaan saat mendaki, ikut membentuk minat generasi muda untuk mencoba pengalaman serupa.

Tak hanya soal healing, tren hiking mahasiswa juga berkembang menjadi ruang sosial baru. Banyak mahasiswa mendaki bersama teman kampus atau komunitas pencinta alam. Dalam proses pendakian, interaksi yang terbangun dinilai lebih erat karena diwarnai kerja sama dan solidaritas selama perjalanan.

“Daki gunung bukan cuma cari view, tapi juga buat reset pikiran setelah banyak tugas,” menjadi narasi yang banyak muncul di kalangan mahasiswa dan kerap beredar di media sosial.

Baca Juga: Skandal Grup Chat Mahasiswa FH UI: 16 Mahasiswa Minta Maaf Usai Terseret Kasus Objektifikasi Seksual

Meski begitu, tren ini tetap perlu diimbangi kesadaran keselamatan. Persiapan fisik, perlengkapan memadai, pemahaman jalur, hingga memantau kondisi cuaca menjadi hal penting sebelum mendaki.

Selain itu, aspek menjaga kelestarian alam juga tidak boleh diabaikan. Pendaki diimbau tetap menerapkan prinsip tidak meninggalkan sampah dan menjaga ekosistem gunung agar destinasi alam tetap lestari.

Editor : Aditya Novrian
#hiking Gen Z Malang #tren hiking mahasiswa #healing mahasiswa #pendakian Gunung Arjuno #gunung panderman