Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Kitab Asbabun Nuzul Karya As Suyuthi, Tidak Setuju Peristiwa Pasukan Gajah sebagai Sebab Turunnya Surat Al Fiil

Tauhid Wijaya • Kamis, 30 April 2026 | 17:06 WIB
REFERENSI: Kitab Lubabun Nurul fi Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As Suyuthi yang sering menjadi rujukan untuk mengetahui latar belakang turunnya ayat-ayat Al Qur
REFERENSI: Kitab Lubabun Nurul fi Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As Suyuthi yang sering menjadi rujukan untuk mengetahui latar belakang turunnya ayat-ayat Al Qur'an.

 

 

RADAR MALANG- Ada sejumlah kitab yang sering menjadi rujukan untuk menelusuri sebab-sebab turunnya ayat Al Qur’an. Di antaranya adalah karya Imam Jalaluddin As Suyuthi yang berjudul Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul.

Imam Jalaluddin As Suyuthi adalah ulama yang hidup di abad ke-15 Masehi. Tepatnya, ia lahir di Kairo, Mesir pada 11 September 1445 (1 Rajab 849 H) dan meninggal di kota yang sama pada 17 Oktober 1505 pada usia 60 tahun. Imam As Suyuthi hidup pada masa Kesultanan Mamluk.

Berasal dari madzhab Syafi’i, Imam As Suyuthi yang merupakan keturunan Persia dikenal sebagai penulis paling produktif pada abad pertengahan. Karyanya disebut mencapai 1.000 judul. Ia punya otoritas tinggi di banyak cabang keilmuan. Mulai dari Al Qur’an, hadits, fiqih, ushul fiqih, teologi, filsafat, sejarah, bahkan aritmatika dan geografi.

Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul secara harfiah berarti “inti sari riwayat tentang sebab-sebab turunnya (wahyu/ayat Al Qur’an).” Kitab ini ditulis As Suyuthi pada abad ke-9 Hijriyah. Dimulai awal Ramadan 870 H dan selesai pada 10 Syawal 870 H. Lalu, sejumlah riwayat menyebut, pertama kali diterbitkan secara masal pada 1863 M di Boulaq, Kairo. 

Di antara kitab-kitab tentang asbabun nuzul, karya As Suyuthi ini dinilai paling populer. Sebab, isinya cukup ringkas karena hanya memasukkan riwayat-riwayat yang sahih dan yang dapat diterima (maqbul) saja.

Riwayat-riwayat tersebut oleh As Suyuthi disandarkan kepada pengarang kitab-kitab hadis mu’tabarah seperti kutubus sittah (enam kitab hadis induk) dan kitab-kitab tafsir populer seperti Tafsir At Thabari.

Menurut Lukman Hakim dalam tafsiralquran.id, As Suyuthi juga mempersempit definisi asbabun nuzul dengan mensyaratkannya hanya pada kejadian yang terjadi di hari ketika ayat terkait turun.

Dengan definisi itu, As Suyuthi mengkritik kitab Asbabun Nuzul sebelumnya, karya Abul Hasan 'Ali ibn Ahmad Al Wahidi An Naisaburi (wafat 468 H/1075 M). Al Wahidi menyebutkan peristiwa kedatangan pasukan gajah Habasyah sebagai latar belakang turunnya surah Al Fiil. As Suyuthi tidak setuju karena kejadian tersebut terjadi jauh sebelum surah Al Fiil turun.

Di Indonesia, karya As Suyuthi sudah banyak diterjemahkan dan diterbitkan oleh berbagai penerbit. Seperti terbitan Jabal yang diterjemahkan oleh Zenal Mutaqin dkk. Di sana, As Suyuthi membagi karyanya dalam tiga bagian. Bagian pertama menerangkan asbabun nuzul ayat Al Qur’an dari juz 1 sampai juz 10. Bagian kedua juz 11 sampai juz 20. Dan, bagian ketiga, juz 21 sampai juz 30. Namun, tidak semua surat dan ayat disebutkan sebab-sebab turunnya. (hid)

Editor : Tauhid Wijaya
#ngaji jumat #asbabun nuzul #imam as suyuthi