MALANG, RADAR MALANG – Pilates selama ini dikenal sebagai bentuk olahraga dengan intensitas ringan karena gerakan yang dilakukan tersebut terkontrol, lambat, serta minim risiko benturan pada tubuh. Namun, masih banyak pertanyaan yang muncul mengenai efektivitas pilates dalam membantu menurunkan berat badan secara nyata.
Secara umum, pilates lebih banyak dikaitkan dengan peningkatan kekuatan otot inti, perbaikan postus tubuh, serta peningkatan fleksibilitas. Oleh karena itu, perannya dalam proses penurunan berat badan tidak bersifat langsung seperti pada olahraga kardio, melainkan pada dukungan terhadap pembentukan tubuh yang lebih proporsional.
Namun demikian, sejumlah studi dan praktik di lapangan menunjukkan bahwa pilates masih memiliki peran dalam mendukung penurunan berat badan. Hasil tersebut akan terasa lebihh optimal jika latian dilakukan secara rutin, benar, serta diiringi dengan pols makan dan kebiasaan hidup yang sehat.
Pilates bukan termasuk jenis olahraga yang menghasilkan pembakaran kalori besar seperti hal nya olahraga lari atau latian HIIT. Namun, dampaknya terhadap tubuh bekerja secara bertahap melalui berbagai mekanisme fisiologis yang saling berkaitan.
Setelah memahami peran pilates dalam mendukung penurunan berat badan, efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi dan cara penerapannya. Agar hasil yang diperoleh lebih optimal dan berkelanjutan, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
- Melakukan pilates secara rutin, setidaknya 2–3 kali dalam seminggu
- Mengombinasikan pilates dengan latihan kardio, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang
- Menerapkan pola makan sehat dengan mengatur jenis makanan dan asupan kalori harian
- Memulai dari kelas dasar bagi pemula agar tubuh dapat beradaptasi dan mengurangi risiko cedera
- Menyesuaikan jenis pilates dengan kebutuhan, seperti mat pilates, reformer, atau cadillac
- Berlatih di bawah bimbingan instruktur berpengalaman untuk memastikan teknik yang tepat dan aman
Salah satu alasan pilates sering dipandang kurang efektif untuk program diet adalah karena jumlah kalori yang dibakar tidak sebesar dengan olahraga kardio. Namun, tujuan utama pilates sebenarnya bukan terletak pada pembakaran kalori, melainkan pada penguatan otot inti serta peningkatan kontrol dan kesadaran tubuh.
Peningkatan kekuatan dan massa otot dari latihan pilates dapat membantu tubuh membakar kalori secara lebih efisien dalam jangka panjang. Kondisi ini menjadikan pilates lebih sesuai untuk mendukung penurunan berat badan yang bersifat bertahap dan berkelanjutan, bukan memberikan hasil yang instan.
Selain itu, pilates juga memiliki karakteristik yang mirip dengan latihan kekuatan (strength training) yang dikenal efektif dalam membantu pengurangan lemak tubuh sekaligus mendukung kesehatan jantung. Keunggulan lainnya terletak pada perpaduan antara gerakan terkontrol dan teknik pernapasan yang teratur. Kombinasi ini membantu untuk meningkatkan kesadaran tubuh (body awareness) serta berkontribusi dalam menurunkan tingkat stres.
Kondisi seperti tersebut menjadi penting karena stress sering berkaitan dengan perilaku makan emosional (emotional eating) atau kebiasaan makan berlebihan. Dengan kondisi mental yang lebih stabil dan fokus, seseorang cenderung lebih mudah untuk mengatur pola makan serta kebiasaan hidup sehari-hari.
Editor : Aditya Novrian