MALANG, RADAR MALANG – Malam hari sering menjadi waktu yang paling nyaman untuk bersantai sambil menggulir media sosial. Namun, tanpa disadari kebiasaan tersebut justru dapat membuat seseorang terus membaca berita negatif atau konten yang dapat memicu kecemasan. Aktivitas ini dikenal dengan istilah doomscrolling, aktivitas ini kerap menimbulkn rasa gelisah, stress, hingga gangguan emosional secara berlebihan.
Doomscrolling biasanya muncul karena adanya dorongan dari seseorang untuk terus mencari tahu dan memahami situasi yang dianggap mengkhawatirkan. Ditambah, kemudahan mengakses informasi di era saat ini membuat banyak orang merasa perlu selalu mengikuti perkembanagn berita terbaru setiap saat.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 7 Mei 2026 Melonjak, Simak Kenaikan Terbarunya
Selain itu, algoritma media sosial yang cenderung menampilkan konten dengan muatan emosional dapat membuat kebiasaan doomscrolling semakin sulit dihentikan. Akibatnya, seseorang terdorong untuk terus menggulir layar ponsel demi mencari informasi terbaru tanpa jeda, perilaku seperti ini sering dikaitkan dengan kecanduan media sosial.
Meskipun hanya terlihat seperti kebiasaan mencari informasi pada umumnya, kebiasaan doomscrolling dapat memberikan dampak yang cukup serius bagi kesehatan. Terlalu sering terpapar berita atau konten negatif dapat memengaruhi kesehatan mental maupun fisik, seperti memicu stress, kecemasan, hingga membuat kondisi tubuh menjadi mudah lelah.
Kebiasaan doomscrolling tetap bisa dikurangi dengan cara yang sederhana. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar bisa terlepas dari doomscrolling.
Atur batas penggunaan media sosial
Mengatur batas penggunaan media sosial dapat membantu mengurangi kebiasaan doomscrolling. Misalnya, dengan membatasi waktu bermain media sosial atau membaca berita selama 30 menit setelah pulang kerja maupun sekolah agar tidak terus-menerus terpaku pada layar ponsel.
Pastikan membaca berita dari sumber terpercaya
Memilih sumber informasi terpercaya dapat membantu mendapatkan berita yang akurat tanpa memicu kecemasan yang berlebihan. Selain itu, dengan membatasi paparan dari akun atau laman yang menyebarkan informasi bombastis maupun tidak jelas juga dapat membantu mengurangi stress akibat terlalu sering membaca berita negatif.
Hindari gangguan notifikasi berlebihan
Mematikan notifikasi ponsel dapat membantu mengurangi keinginan untuk terus mengecek media sosial maupun aplikasi lainnya. Cara lainnya adalah dengan cara memanfaatkan fitur Do Not Disturb (DND) agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu oleh berbagai pemberitahuan yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Baca Juga: Pengumuman Hasil TKA SD dan SMP Serentak pada Akhir Mei, Berikut Detail Lengkapnya
Pindahkan fokus ke aktivitas yang lebih produktif
Mengalihkan perhatian ke aktivitas lain dapat membantu untuk mengurangi kebiasaan doomscrolling. Dari pada terlalu lama bermain media sosial, lebih baik mencoba untuk berjalan santai, berolahraga, atau melakukan kegiatan lain yang menyenangkan. Selain untuk membantu mengurangi waktu menatap layar, cara ini juga baik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.
Gunakan fitur kontrol waktu aplikasi
Menggunakan fitur pengingat aplikasi dapat membantu mengontrol kebiasaan bermain media sosial secara berlebihan. saaat ini, beberapa platform sudah menyediakan fitur pengingat waktu penggunaan agar pengguna lebih sadar ketika terlalu lama menatap layar ponsel.
Doomscrolling dapat menimbulkan beberapa dampak negatif termasuk pada kesehatan mental dan fisik. Oleh karena itu, penting untuk segera mengurangi dan mengendalikan kebiasaan tersebut.
Editor : Aditya Novrian