MALANG, RADAR MALANG - Sering dianggap serupa, jus segar dan jus olahan (processed juice) memiliki nutrisi yang kontras. Proses pasteurisasi, penambahan pengawet, gula, hingga penghilangan serat esensial mengubah karakteristik buah menjadi minuman manis yang enak tapi miskin vitamin.
Untuk memahami mana yang benar-benar baik untuk kesehatan tubuh, dan mana yang justru jadi bibit penyakit, kita perlu mengetahui perbedaannya:
Baca Juga: Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Jangan Tertipu Ini Faktanya!
-
Segi Kandungan Nutrisi dan Vitamin
Jus buah yang biasa kita blender sendiri mengandung vitamin, mineral, dan enzim aktif yang masih utuh. Karena cara olahnya tidak melalui proses pemanasan atau penambahan zat-zat pengawet, nutrisi seperti Vitamin C dan antioksidan tetap terjaga kualitasnya.
Sementara processed juice biasanya melewati pasteurisasi (pemanasan suhu tinggi) untuk membunuh bakteri dan memperpanjang masa simpan. Sayangnya proses ini dapat merusak sebagian besar vitamin alami. Produsen biasanya menambahkan vitamin sintetis ke dalam minuman untuk mengganti nutrisi yang hilang.
-
Serat (Fiber)
Jika dibuat dengan blender, serat dari daging buah masih ada. Selain menambah tekstur creamy minuman, serat juga penting untuk memperlambat penyerapan gula, melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan mengontrol berat badan.
Untuk processed juice sendiri hampir tidak ada serat. Teksturnya yang lebih cair dan tanpa serat, jus hanyalah air gula dengan perasa buah yang menyebabkan lonjakan insulin secara cepat.
Baca Juga: Kenali PCOS Lebih Awal: Gejala dan Pencegahannya
-
Gula dan Bahan Tambahan
Meski kedua minuman terasa manis, jus segar mengandung gula alami dari buah, yaitu fruktosa, dibanding processed juice yang lebih unggul sukrosa. Fruktosa dikemas bersama antioksidan, sementara sukrosa atau High Fructose Corn Syrup (HFCS) sering digunakan untuk menutupi rasa asam dari buah.
Untuk menjaga daya tarik visual dan keamanan minuman agar bisa dikonsumsi berbulan-bulan, processed juice mengandalkan campuran bahan kimia. Zat seperti Natrium Benzoat atau Kalium Sorbat umum digunakan untuk mengawetkan minuman. Sementara untuk menjaga jus agar tidak berubah kecoklatan akibat oksidasi, sering digunakannya stabilisator warna.
Perubahan warna di jus segar sendiri, adalah bentuk alami yang menunjukkan antioksidan bekerja melawan oksigen.
-
Rasa
Saat jus diolah secara massal, oksigen dalam cairan dibuang agar jus bisa disimpan hingga satu tahun tanpa membusuk. Namun proses ini juga menghilangkan aroma dan rasa alami buah.
Untuk mengatasinya, produsen menambah flavor packs, atau perasa agar minuman memiliki rasa yang konsisten. Sebaliknya, jus segar memiliki rasa yang lebih pekat dan sesuai dengan kondisi buah yang digunakan.
Baca Juga: Teliti Sebelum Beli: Tips Membaca Label Nutrisi Susu dengan Benar
Setelah mengetahui soal informasi ini, alangkah baiknya mengurangi processed juice. Jus yang diblender atau diperas sendiri di rumah lebih aman untuk tubuh dan kesehatan. Namun jika kalian ingin membeli jus kemasan untuk campuran minuman, pilih produk yang berlabel NFC (Not From Concentrate) atau Cold Press, pastikan juga untuk memeriksa label nutrisi di kemasan.
Editor : Aditya Novrian