Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Sosial Digital: Alasan di Balik Meningkatnya Tren Curhat di Threads sebagai Ruang Ekspresi Baru

Anna Tasya • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:15 WIB
Curhat di media sosial jadi cara baru mencari ruang aman untuk didengar di era digital. (Freepik).
Curhat di media sosial jadi cara baru mencari ruang aman untuk didengar di era digital. (Freepik).

MALANG, RADAR MALANG - Dalam perkembangan media sosial saat ini, fungsinya tidak lagi sebatas tempat berbagi konten atau dokumentasi aktivitas harian. Threads kini mulai bertransformasi menjadi ruang ekspresi digital yang dimanfaatkan untuk mencurahkan perasaan dan pengalaman pribadi. Banyak pengguna merasa lebih bebas menuangkan isi pikiran melalui platform ini, dibandingkan harus membicarakannya secara langsung dengan orang terdekat.

Menurut psikolog dan pengamat media sosial, platform digital membuat orang merasa lebih aman untuk mengekspresikan diri karena bisa menulis tanpa harus langsung menghadapi reaksi orang lain. Selain itu, kebiasaan berbagi kehidupan di media sosial juga membuat banyak orang semakin terbiasa mengungkapkan hal-hal pribadi secara online.

Fenomena ini kemudian memunculkan pertanyaan menarik tentang sebagian orang justru lebih mudah terbuka kepada audiens luas di media sosial dibandingkan kepada orang-orang terdekat dalam lingkar pertemanan mereka.

Baca Juga: Viral Edit Foto Seolah Nonton Bola di Stadion, Ternyata Begini Cara  Membuatnya dengan Prompt ChatGPT

Media sosial menjadi tempat bagi orang untuk menyalurkan suara dan perasaan

Salah satu alasan banyak orang nyaman curhat di Threads adalah karena platform ini memberi rasa ruang aman untuk mengekspresikan emosi. Saat seseorang membagikan keresahan dan mendapat respons positif, muncul perasaan tidak sendirian dalam menghadapi masalah. Menurut psikolog, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk didengar dan dipahami, dan media sosial mempercepat pemenuhannya karena respons bisa datang dengan cepat, bahkan dari orang yang tidak dikenal.

Kekhawatiran dihakimi teman membuat orang lebih memilih diam

sebagian orang justru merasa lebih tertekan saat harus terbuka kepada teman dekat dibandingkan kepada orang asing di internet. Ketika bercerita ke orang terdekat, muncul rasa takut dianggap berlebihan, lemah, atau terlalu dramatis. Kondisi ini membuat media sosial terasa lebih nyaman karena adanya jarak emosional yang menjaga perasaan.

Dalam budaya digital saat ini, konsep anonymous comfort atau rasa aman dari anonimitas semakin terasa. Walaupun Threads tidak sepenuhnya anonim, banyak pengguna tetap merasa lebih leluasa mengekspresikan diri karena tidak berhadapan langsung dengan respons atau ekspresi orang lain secara real time.

Threads menyerupai buku harian terbuka di era media sosial

Berbeda dari platform lain yang cenderung menonjolkan visual, Threads lebih banyak berisi tulisan singkat yang muncul secara spontan dan bersifat personal. Banyak pengguna menggunakannya seperti catatan harian digital yang bisa diakses publik, tempat mereka menuliskan berbagai hal mulai dari rasa lelah, kesedihan, tekanan kerja, hingga pengalaman kecil dalam keseharian.

Hal ini membuat interaksi terasa lebih manusiawi dan mudah dipahami. Saat membaca cerita yang sesuai dengan pengalaman pribadi, pengguna sering merasa memiliki kesamaan emosi, sehingga tercipta rasa kedekatan dan keterhubungan dengan orang lain.

Kesulitan menemukan orang yang tepat untuk berbagi cerita

Perubahan gaya hidup yang serba cepat membuat banyak orang merasa kesepian meski dikelilingi teman. Kesibukan, jarak emosional, serta kekhawatiran dianggap merepotkan orang lain membuat interaksi tidak lagi sedalam dulu. Akibatnya, ruang untuk bercerita menjadi terbatas, sehingga media sosial sering dipilih sebagai alternatif untuk menyalurkan emosi dan isi pikiran.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran pola interaksi sosial di era digital, di mana banyak orang merasa lebih nyaman membangun kedekatan emosional melalui internet dibandingkan percakapan langsung.

Di saat yang sama, hal ini juga menjadi pengingat pentingnya menghadirkan lingkungan pertemanan yang suportif, agar setiap individu tetap memiliki ruang aman untuk berbagi cerita secara nyata.

Editor : Aditya Novrian
#fenomena digital #tren curhat #Threads