MALANG, RADAR MALANG – Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih karya Bayu Skak diprediksi mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Kabupaten Malang. Film bergenre komedi tersebut menampilkan sejumlah lanskap alam Kabupaten Malang sebagai latar utama cerita.
Langkah produksi yang mengeksplorasi kawasan Gunung Kawi dan sekitarnya dinilai menjadi promosi efektif bagi sektor pariwisata daerah.
Pemkab Malang Sebut Jadi Peluang Emas Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, pemilihan Kabupaten Malang sebagai lokasi film menjadi kebanggaan tersendiri.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus peluang emas bagi sektor pariwisata kami,” kata pria yang akrab disapa Mando tersebut.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang sangat beragam.
Ia menilai sentuhan visual khas Bayu Skak dalam film tersebut mampu menampilkan potensi wisata daerah secara menarik dan lebih mudah diterima masyarakat luas.
“Melalui sentuhan Bayu Skak di film tersebut, pesona visual mampu dikemas dengan sangat apik, sehingga siap dinikmati,” ujarnya.
Diprediksi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Pemkab Malang optimistis penayangan film secara masif dapat berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah wisatawan.
Baca Juga: Tidak Perlu ke Pegunungan, Banyu Umbulan Dampit Sajikan Wisata Air Alami yang Menenangkan
Selain memperkuat citra wisata daerah, film tersebut diyakini mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
“Efek dominonya akan sangat terasa, seperti tingkat hunian penginapan akan meningkat. Kemudian UMKM, pusat oleh-oleh, hingga kuliner lokal akan laris, dan roda ekonomi kerakyatan akan berputar jauh lebih cepat,” imbuhnya.
Penguatan Brand Wisata Jadi Target Utama
Secara umum, Pemkab Malang berharap ada dua dampak besar dari hadirnya film Sekawan Limo 2.
Baca Juga: Pemkab Malang Siapkan Lima Usaha KNMP Pujiharjo untuk Menyambut Presiden Prabowo
Pertama yakni penguatan branding pariwisata Kabupaten Malang di tingkat nasional. Kedua adalah peningkatan ekonomi kerakyatan melalui sektor pendukung wisata.
Film yang menampilkan latar alam dan budaya lokal dinilai menjadi salah satu strategi promosi modern yang efektif karena mampu menjangkau audiens luas melalui industri hiburan.
Editor : Aditya Novrian