Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rupiah Ambles ke Rp17.600 dan Emas Antam Drop Rp15.000, Waktunya Borong atau Tunggu?

Satya Eka Pangestu • Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:13 WIB
Emas ukuran 25 gram dengan merek Galeri24 dan Antam. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
Emas ukuran 25 gram dengan merek Galeri24 dan Antam. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

RADAR MALANG - Disituasi sekarang ini, diaman kombinasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika yang menyentuh Rp17.700 per dolarnya serta adanya penurunan harga emas yang menjadi Rp2.773.000 per gram pada Sabtu (23/5) memicu dilema banyaknya anak muda yang ingin berinvestasi pada emas. 

Baca Juga: Film Sekawan Limo 2 Diprediksi Dongkrak Kunjungan Wisata ke Kabupaten Malang, Ini Penjelasannya

Bagi kalian yang telah mengamankan harta kekayaan dari hantaman inflasi, situasi anomali ini justru membuka peluang strategis untuk masuk ke aset safe haven dengan memanfaatkan momentum koreksi harga jangka pendek.

Anomali Pasar Saat Mata Uang Melemah dan Harga Emas Per Hari Ini 

Berdasarkan hasil laporan resmi dari Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di harga Rp2.773.00. Lebih tepatnya turun Rp15.000 jika dibandingkan dengan hari kemarin Jumat (22/5) yang berada di harga Rp2.788.000 per gram. 

Baca Juga: Takut Berbuat Salah hingga Overthinking? Ini Cara Mengatasinya

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari Sabtu (23/5) yang kami kutip langsung dari situs Logam Mulai termasuk pajak:

Baca Juga: Instagram Resmi Luncurkan Fitur Instants, Begini Cara Pakai hingga Menonaktifkannya

Penurunan harga logam mulia di tengah amblesnya nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.600 per dolar AS dinilai sebagai momentum yang jarang terjadi. 

Secara historis, pelemahan mata uang fiat biasanya diikuti oleh lonjakan harga emas karena investor domestik berbondong-bondong mengalihkan aset mereka.

Koreksi harga sebesar Rp15.000 ini menjadi angin segar bagi investor yang sempat tertahan oleh rekor tertinggi emas pada beberapa pekan sebelumnya.

Baca Juga: Produktif atau Hanya Terlihat Sibuk? Ini Cara Mengenalinya

Strategi Investasi Emas Dikala Lemahnya Mata Uang Rupiah

Menghadapi dinamika pasar di tahun 2026, berdasarkan apa yang telah kami kutip dari beberapa sumber untuk kamu yang ingin membagi strategi pembelian berdasarkan ketersediaan modal dan tujuan finansial. 

Baca Juga: Bersikap Arogan dan Angkuh, Gubernur Kaltim Rudy Mas`ud Didesak Mundur oleh Aliansi Masyarakat Kaltim

Bagi kamu yang memiliki modal besar (di atas Rp3 juta), pembelian emas batangan fisik minimal pecahan 3 gram sangat direkomendasikan karena memiliki beban selisih (spread) yang jauh lebih kecil dibandingkan pecahan mini.


Sementara itu, bagi kamu para generasi muda atau masyarakat dengan alokasi dana terbatas di bawah Rp1 juta beralih ke platform emas digital seperti Pegadaian Digital, Indogold, atau Pluang adalah solusi paling efisien. 

Baca Juga: Headphone Kabel Kembali Populer di Kalangan Gen Z, Apa yang Membuatnya Jadi Pilihan Lagi?

Investasi digital memungkinkan pembelian mulai dari nominal Rp10.000 tanpa terbebani spread fisik yang tinggi di awal.

Ketika akumulasi saldo emas digital telah mencapai berat tertentu (misalnya 10 gram), kamu dapat mencetaknya menjadi emas batangan bersertifikat resmi seperti Antam, UBS, atau Lotus Archi.

Satu hal mendasar yang wajib dipahami oleh kamu para calon investor emas adalah bahwa emas bukanlah instrumen untuk mencari keuntungan cepat secara instan. 

Baca Juga: Ekonomi Lagi Berat, Freelance Jadi Jalan Ninja Tambahan Penghasilan

Nilai utama dari logam mulia ini terletak pada kemampuannya menjaga daya beli mata uang (wealth protection) dari gerusan inflasi global secara abadi.

Investor disarankan untuk mengunci komitmen penyimpanan minimal selama 5 hingga 10 tahun agar lonjakan harga dasar mampu menutup potongan biaya spread saat aset dicairkan.

Baca Juga: Sama-Sama Bikin Melek, Ini Perbedaan Kafein dalam Kopi dan Matcha

Konsistensi dalam menabung menggunakan metode Dollar Cost Averaging (membeli secara berkala tanpa memedulikan fluktuasi harian) terbukti jauh lebih aman daripada bersikap spekulatif menunggu harga jatuh ke titik terendah.

Di tengah ketidakpastian nilai tukar rupiah, mengamankan sebagian sisa pendapatan ke dalam bentuk emas murni 24 karat merupakan langkah proteksi birokrasi finansial keluarga yang paling likuid dan universal di seluruh belahan dunia.

Editor : Aditya Novrian
#trik investasi #investasi emas #Emas #rupiah melemah #harga emas