MALANG RAYA, RADAR MALANG– Harga Pokémon card kini tidak lagi bisa dianggap sebagai sekadar permainan koleksi. Beberapa kartu edisi tertentu bahkan memiliki nilai hingga puluhan juta rupiah atau setara dengan satu unit sepeda motor baru.
Di pasar Trading Card Game (TCG), nilai sebuah kartu dapat meningkat tajam dalam waktu singkat. Kartu dengan tingkat kelangkaan tinggi, karakter populer, dan kondisi fisik yang sempurna menjadi incaran para kolektor karena memiliki nilai jual yang terus naik.
Kelangkaan Menjadi Faktor Utama Penentu Harga
Kolektor Pokémon card Bayudanta Yafi Setiawan menjelaskan bahwa faktor pertama yang menentukan harga sebuah kartu adalah tingkat kelangkaannya atau rarity.
Baca Juga: Angka Harapan Hidup Lansia Sentuh 75,36 Persen, Naik Satu Persen dibandingkan 2025
Dalam Pokémon Trading Card Game (TCG), terdapat beberapa kategori rarity yang menunjukkan seberapa sulit kartu tersebut diperoleh dari booster pack.
“Pertama tentu dari kelangkaannya. Dalam Pokémon TCG ada tingkatan rarity, mulai dari Common sampai Ultra Rare. Semakin langka kartunya, makin mahal juga harganya,” ujarnya.
Menurut Danta, tingkatan rarity dimulai dari Common (C), Uncommon (U), Rare (R), Double Rare (RR), Triple Rare (RRR), Illustration Rare (AR), Super Rare (SR), Secret Rare (SAR), hingga Ultra Rare (UR).
Semakin tinggi tingkat rarity, peluang mendapatkan kartu tersebut semakin kecil. Kondisi itulah yang membuat harga jualnya terus meningkat di pasar kolektor.
Karakter Populer Ikut Mendongkrak Nilai Kartu
Selain kelangkaan, popularitas karakter juga menjadi faktor penting dalam menentukan harga sebuah Pokémon card.
Baca Juga: Duit Prostitusi Ikut Disita Kejari Kembalikan Rp 197 Juta ke Negara
Karakter-karakter ikonik seperti Pikachu, Charizard, Eevee, hingga Mewtwo biasanya memiliki nilai lebih tinggi dibanding karakter lain karena permintaannya besar di kalangan kolektor global.
Kondisi tersebut membuat kartu dengan karakter populer sering kali tetap memiliki harga tinggi meskipun berasal dari seri yang sama dengan kartu lain.
Grading PSA Bisa Melipatgandakan Harga
Faktor lain yang sangat memengaruhi harga adalah kondisi fisik kartu. Dalam dunia koleksi, kualitas kartu dinilai melalui proses grading oleh lembaga independen seperti Professional Sports Authenticator (PSA).
Baca Juga: 57.662 Kendaraan Masuk Malang via Tol
Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai ketepatan posisi cetak (centering), kualitas warna, kondisi permukaan, hingga sudut kartu.
“Kartu yang centering-nya bagus, tidak ada noda atau whitening, nilainya bisa naik drastis. Contohnya kartu Pikachu yang lagi trending, PSA 8 harganya sekitar Rp 17 juta, sedangkan PSA 10 bisa sampai Rp 66 juta,” jelasnya.
Perbedaan nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas fisik kartu dapat membuat harga melonjak berkali-kali lipat meskipun berasal dari kartu yang sama.
Fenomena Scalper Picu Kenaikan Harga Produk Baru
Lonjakan harga juga kerap terjadi saat produk Pokémon card terbaru dirilis ke pasaran.
Baca Juga: Jual Toko Ayah, Ibu Dua Anak Ngandang di Penjara
Menurut Danta, praktik pembelian dalam jumlah besar oleh scalper masih sering terjadi. Mereka memborong stok saat harga normal lalu menjual kembali dengan harga jauh lebih tinggi ketika barang mulai sulit diperoleh.
Danta mengaku pernah melihat satu boks Pokémon card yang awalnya dijual sekitar Rp 230 ribu melonjak hingga Rp 800 ribu dalam waktu relatif singkat akibat tingginya permintaan pasar.
Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Pokémon card kini tidak hanya dipandang sebagai barang koleksi, tetapi juga aset alternatif yang memiliki nilai investasi cukup menjanjikan di kalangan kolektor. (ara/adn)
Editor : Aditya Novrian