Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al ‘Adiyat Turun saat Nabi Mengkhawatirkan Nasib Pasukan Berkudanya

Tauhid Wijaya • Jumat, 5 Juni 2026 | 05:15 WIB
PASUKAN BERKUDA: Surat Al
PASUKAN BERKUDA: Surat Al 'Adiyat yang berjumlah sebelas ayat. Sebagian ulama menggolongkannya sebagai surat Makkiyah, sebagian lagi sebagai surat Madaniyah.

 

RADAR MALANG- Surat Al ‘Adiyat merupakan surat ke-100 dalam Al Quran, sebelum surat Al Qari’ah dan At Takatsur. Sebagian ulama menggolongkannya sebagai surat Makkiyah (turun di Makkah) dan sebagian lagi menggolongkannya surat Madaniyah (turun di Madinah). Total ada 11 (sebelas) ayat yang menjadi kandungannya.

Berbeda dengan Al Qari’ah yang tidak ada riwayat asbabun nuzulnya, surat Al ‘Adiyat ada yang meriwayatkannya. Salah satunya, seperti dikutip Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam karyanya Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, adalah riwayat Ibnu Abbas.

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Ma’un Turun setelah Abu Jahal Hardik Bocah Yatim yang Minta Ini

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengirim pasukan berkuda. Akan tetapi, setelah satu bulan, tidak ada kabar tentang keberadaannya. Lalu, turunlah ayat 1-5 surat Al A’diyat. Demikian hadis yang diriwayatkan Ibnu Abi Hatim. 

Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pasukan berkuda itu dikirim untuk memerangi orang-orang dari Bani Kinanah. Mereka dipimpin oleh Al Mundzir bin Amr Al Anshari. Tugasnya melakukan pengintaian dan penyerbuan mendadak.

Namun, hingga sebulan sejak berangkat, tidak ada kabar dari mereka. Hingga, orang-orang munafik berkasak-kusuk. “Mereka (pasukan berkuda kiriman Nabi) telah terbunuh,” begitu bisik-bisik di antara mereka.

Atas hal ini, Allah pun menurunkan surat Al ‘Adiyat yang berisi kabar gembira kepada Nabi SAW bahwa pasukannya selamat, bahkan meraih kemenangan dalam menjalankan misi militernya.

Adapun kesebelas ayat dalam Surat Al ‘Adiyat adalah sebagai berikut:

1)      Wal ‘aadiyati dlabhaa

Demi kuda-kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah

2)      Fal muuriyaati qadhaa

Yang memercikkan bunga api (dengan entakan kakinya)

3)      Fal mughiiraati shubhaa

Yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi

4)      Fa atsarna bihii naq’aa

Sehingga menerbangkan debu

5)      Fa wasathna bihii jam’aa

Lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh.

6)      Innal insaana lirabbihii lakanuud

Sesungguhnya manusia itu sangatlah ingkar kepada Tuhannya

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Kautsar Turun saat Nabi Kehilangan Putranya

7)      Wa innahuu ‘alaa dzaalika lasyahiid

Sesungguhnya dia benar-benar menjadi saksi atas hal itu (keingkarannya)

8)      Wa innahuu lihubbil khairi lasyadiid

Sesungguhnya cintanya pada harta benar-benar berlebihan

9)      Afalaa ya’lamu idzaa bu’tsira maa fil qubuur

Maka, tidakkah dia mengetahui (apa yang akan dialaminya) apabila dikeluarkan apa yang ada di dalam kubur?

10)   Wa husshila maa fis shuduur

Dan ditampakkan apa yang tersimpan dalam dada?

11)   Inna rabbahum bihim yauma idzin lakhabiir

Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu benar-benar mahateliti terhadap (keadaan) mereka.

 

 

 

Editor : Tauhid Wijaya
#ngaji jumat #asbabun nuzul #imam as suyuthi #al 'adiyat