Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Al Zalzalah Turun karena Kaum Kafir yang Penasaran tentang Hal Ini

Tauhid Wijaya • Jumat, 12 Juni 2026 | 04:11 WIB

 

BUMI BERGUNCANG: Surat Al Zalzalah yang merupakan surat ke-99 dalam Al Qur
BUMI BERGUNCANG: Surat Al Zalzalah yang merupakan surat ke-99 dalam Al Qur'an terdiri dari 8 ayat.

 

RADAR MALANG- Surat Al Zalzalah merupakan surat ke-99 dalam Al Qur’an. Muslim awam sering pula menyebutnya sebagai surat “Idzaa Zulzila” berdasarkan bunyi ayat pertamanya. Total ada delapan ayat yang menjadi kandungannya.

Tentang asbabun nuzulnya, Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul hanya menyebutkan kisah di balik turunnya ayat ke-7 dan 8. Ia mengambil riwayat dari Said bin Jubair yang mengatakan sebagai berikut:

“Ketika turun ayat 8 surat Al Insan, kaum Muslimin menganggap bahwa orang yang bersedekah sedikit tidak akan mendapatkan pahala. Dan, menganggap pula bahwa orang-orang yang berbuat dosa kecil seperti berbohong, mengumpat, dan semisal itu tidak tercela.

Selain itu mereka menganggap bahwa api neraka hanya untuk orang-orang yang berdosa besar.” Maka Allah menurunkan ayat ke-7 dan 8 surat Al Zalzalah. (HR Ibnu Abi Hatim)

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al ‘Adiyat Turun saat Nabi Mengkhawatirkan Nasib Pasukan Berkudanya

Adapun tentang latar belakang turunnya ayat 1-6, keterangan didapat dari Syekh Mustafa Al-Maraghi, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dan Syekh Muhammad Amin Al-Harari dalam tafsir mereka.

Sebagaimana ditulis Muhammad Hanif Rahman di NU Online, para ulama itu menyebutkan bahwa Al Zalzalah diturunkan untuk menjawab pertanyaan kaum kafir yang sering bertanya tentang hari perhitungan. Mereka acap bertanya seperti ini: “Kapankah Hari Kiamat itu? Kapan (datangnya) ancaman itu?”

Karena itulah, Allah menurunkan surat ini. Isinya menerangkan tentang tanda-tanda datangnya Hari Kiamat. Hanya tanda-tandanya, seperti gempa besar. Tidak disebutkan waktunya kapan.

Hal itu dimaksudkan agar mereka mengetahui bahwa tidak ada jalan untuk menentukan kapan hari kiamat akan datang. Yaitu, hari ketika manusia menghadap Allah untuk diberikan  balasan atas amal perbuatan mereka di dunia. Sekecil apa pun itu. Jika baik akan mendapatkan balasan baik. Begitu pula sebaliknya, jika buruk akan mendapatkan balasan buruk.  

Secara lengkap, isi surat Al Zalzalah adalah sebagai berikut:

1)    Idzaa zulzilatul ardlu zilzaa lahaa

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat

2)    Wa akhrajatil ardlu atsqaa lahaa

Dan bumi mengeluarkan isi perutnya

3)    Wa qaalal insaanu maa lahaa

Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi dengannya (bumi)?

4)    Yauma idzin tuhadditsu akhbaarahaa

Pada hari itu (bumi) menyampaikan berita (tentang apa yang diperbuat manusia di atasnya)

5)    Bi anna rabbaka auhaa lahaa

Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya

6)    Yauma idzin yashdurun naasu asytaatan liyurau a’maalahum

Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) atas semua perbuatan mereka

7)    Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarahu

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, dia akan melihat (balasan)-nya

8)    Waman ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu

Dan barang siapa mengerjakan keburukan seberat dzarrah, dia akan melihat (balasan)-nya

Editor : Tauhid Wijaya
#ngaji jumat #asbabun nuzul #imam as suyuthi #surat al zalzalah