MALANG, RADAR MALANG - Berburu buku bekas maupun koleksi langka di Malang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi para pencinta literasi. Sejumlah toko dan pasar buku menawarkan beragam pilihan bacaan, mulai dari novel, komik, majalah lawas, hingga buku-buku cetakan lama yang kini sulit ditemukan di toko buku modern.
Baca Juga: Dulu Ditunggu, Kini Dikeluhkan: Bediding Kembali Melanda Malang Raya
Bengkel Buku/Kanaka Buku
Berlokasi di kawasan perumahan di Jl. Tondano Dalam V A3/D33, Sawojajar, toko ini buka pukul 07.30–19.30 WIB. Koleksinya didominasi buku original bekas, termasuk berbagai judul langka dan cetakan lama yang sudah jarang beredar di pasaran.
Pasar Buku dan Seni Velodrom
Berada di Jl. Terusan Danau Sentani No. 3, kawasan ini menghadirkan deretan toko yang dapat ditelusuri satu per satu. Koleksinya mencakup buku fisik secondhand, mulai dari majalah, novel fiksi dan nonfiksi, buku pelajaran sekolah, komik, hingga berbagai koleksi buku lama.
Baca Juga: Dari Dimsum Kukus hingga Mentai, Ini 11 Rekomendasi Dimsum Favorit di Kota Malang
Pasar Buku Wilis
Berada di Jalan Simpang Wilis Indah, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, juga menjadi destinasi favorit pencinta buku. Buka pukul 08.00–18.00 WIB, area ini memiliki banyak kios dengan ragam koleksi yang dapat dieksplorasi. Pengunjung dapat menemukan buku fiksi, nonfiksi, majalah, buku pelajaran sekolah, hingga komik dalam berbagai kondisi dan edisi.
Toko Buku Sani
Bagi yang ingin menjelajah lebih jauh dari pusat Kota Malang, toko di Singosari ini dapat menjadi pilihan. Beralamat di Jl. Stasiun No. 32–33, Pangetan, tepat di sebelah Stasiun Singosari, toko ini menyediakan buku baru dan secondhand dengan kualitas original. Pilihan temanya cukup beragam, mulai dari buku anak, agama, novel, sosial-politik, sejarah, filsafat, hingga alat tulis kantor (ATK). Pengunjung juga dapat membaca buku langsung di lokasi sambil menikmati suasana yang lebih tenang.
Baca Juga: Sleep Culture Jadi Gaya Hidup Baru, Tidur Berkualitas Jadi Prioritas Generasi Modern
Keberadaan berbagai pusat buku ini menunjukkan bahwa budaya berburu buku fisik masih memiliki tempat tersendiri di tengah maraknya bacaan digital. Selain menawarkan harga yang lebih terjangkau, banyak di antaranya menyimpan koleksi unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Editor : Aditya Novrian