RADAR MALANG- Surat At Tiin merupakan surat ke-95 dalam Al Qur’an. Terdiri dari delapan ayat dan digolongkan sebagai surat Makkiyah. Nama surat ini diambil dari ayat pertamanya di mana Allah bersumpah atas nama buah tin.
Adapun latar belakang turunnya surat ini adalah pertanyaan dari para sahabat tentang nasib orang yang sudah pikun, khususnya tentang amal mereka.
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Al ‘Alaq Ayat 6-19 Turun karena Abu Jahal Ancam Nabi yang Sedang Salat
Hal itu dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam kitabnya, Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, yang diterjemahkan olehZenal Mutaqin dkk menjadi Asbabun Nuzul, Latar Belakang Turunnya Ayat-Ayat Al Qur’an. Penjelasan itu khususnya terkait dengan ayat 5 dan 6.
Disebutkan demikian: “Mengenai firman-Nya tsumma radadnaahu asfala saafiliin (QS At Tin: 5), Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud adalah mereka itu dikembalikan kepada serendah-rendahnya umur ke tingkat pikun (seperti bayi).
Karenanya Rasulullah SAW pernah ditanya tentang (kedudukan) orang yang telah pikun itu. Lalu Allah menurunkan ayat 6 surat At Tin yang menegaskan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh sebelum pikun akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.” (HR Ibnu Jarir).
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Al Zalzalah Turun karena Kaum Kafir yang Penasaran tentang Hal Ini
Mengutip tafsirweb.com, Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan, anggota Komite Fatwa Majelis Ulama Kerajaan Arab Saudi, memiliki dua tafsir atas ayat 5 surat At Tin.
Tafsir pertama ditujukan kepada seluruh umat manusia. Asfala safilin diartikan sebagai penuaan umur sehingga kemampuan akal dan fisik menurun, bahkan pikun, tidak mengetahui lagi apa pun yang pernah diketahuinya.
Tafsir kedua ditujukan untuk orang kafir. Asfala safilin diartikan sebagai tempat yang paling rendah, yaitu neraka, sebagai balasan atas perbuatan mereka.
Secara lengkap, isi surat At Tin adalah sebagai berikut:
1) Wattiini waz zaituun
Demi (buah) tin dan (buah) zaitun
2) Wathuuri siiniin
Dan demi gunung Sinai (Thursina)
3) Wa haadzal baladil amiin
Dan demi negeri (Makkah) yang aman ini
4) Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim
Sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
5) Tsumma radadnaahu asfala saafiliin
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya
6) Illal ladziina aamanuu wa’amilush shaalihaati falahum ajrun ghairu mamnuun
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka bagi mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya
7) Famaa yukadz dzibuka ba’du bid diin’
Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
8) Alaysallaahu bi ahkamil haakimiin
Bukankah Allah hakim yang paling adil?
Editor : Tauhid Wijaya