MALANG, RADAR MALANG – Kelompok teater boneka asal Yogyakarta, Papermoon Puppet Theatre, mencatat prestasi internasional setelah tampil dalam festival seni pertunjukan kontemporer terbesar di Jerman, Theater der Welt 2026, yang digelar di Kota Chemnitz pada 18 Juni hingga 5 Juli 2026.
Dalam dua pertunjukan yang berlangsung pada 19 dan 20 Juni 2026, Papermoon mendapatkan apresiasi luar biasa dari penonton yang memenuhi gedung opera. Tepuk tangan panjang disertai standing ovation berlangsung selama lebih dari 10 menit setelah pertunjukan berakhir.
Momen tersebut menjadi kejutan bagi tim Papermoon. Dalam unggahan di media sosialnya, mereka menjelaskan bahwa kru lokal sempat mengingatkan agar tidak terlalu berharap mendapat standing ovation dari penonton.
"Sebelum show, kru bilang untuk tidak berharap standing ovation dari penonton. Mereka bilang penonton Jerman tidak akan melakukan itu. Jadi tolong jangan berharap," tulis Papermoon dalam unggahannya.
Baca Juga: Berbekal Ilmu Teater, Makin Percaya Diri Geluti Dunia Pageant
Namun, suasana berbeda terjadi setelah pertunjukan selesai. Para penonton tetap berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang ditampilkan. Momen itu kemudian dibagikan Papermoon melalui akun Instagram resmi mereka dan mendapat perhatian dari warganet Indonesia.
"Stream of Memory", Kisah Tanpa Dialog dari Panggung Yogyakarta ke Eropa
Dalam penampilannya di Theater der Welt 2026, Papermoon membawakan produksi terbaru mereka bertajuk Stream of Memory, yang sekaligus menjadi debut mereka di panggung Eropa.
Pertunjukan tersebut menghadirkan boneka buatan tangan dari berbagai material seperti kayu, kain, dan cahaya, yang dipadukan dengan unsur tari, musik, serta video. Melalui pertunjukan tanpa dialog, penonton dari berbagai generasi diajak mengikuti perjalanan sosok raksasa bernama Kali menyusuri kota, sungai, dan hutan.
Cerita berpusat pada seorang gadis pemberani dan seorang bocah lelaki pemalu yang terpisah akibat badai.
Dalam perjalanan mereka untuk kembali bersama, keduanya dibantu oleh makhluk dari kedalaman air dan roh besar sungai.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu lewat Seni Karawitan dan Teater Jenaka
Seluruh kisah disampaikan tanpa menggunakan kata-kata, melainkan melalui gerak tubuh, ekspresi, dan permainan boneka sebagai bahasa utama pertunjukan.
Theater der Welt merupakan salah satu festival seni pertunjukan kontemporer internasional terbesar di Jerman. Edisi 2026 berlangsung di Chemnitz pada 18 Juni hingga 5 Juli 2026.
Dua Dekade Papermoon Membawa Teater Boneka Indonesia ke Dunia
Papermoon Puppet Theatre merupakan kelompok seni yang didirikan pada April 2006 oleh Maria "Ria" Tri Sulistyani bersama seniman visual Iwan Effendi. Berbasis di Yogyakarta, kelompok ini telah menghasilkan lebih dari 30 produksi teater boneka, instalasi seni visual, serta berbagai pameran yang telah dipentaskan di sejumlah negara.
Selain aktif dalam panggung internasional, Papermoon juga dikenal sebagai penggagas Pesta Boneka, sebuah biennale teater boneka internasional yang rutin digelar di Yogyakarta sejak 2008. Mereka juga mendirikan GULALI Festival pada 2021, festival teater yang ditujukan khusus bagi penonton muda.
Prestasi di Theater der Welt 2026 kembali menunjukkan bahwa seni pertunjukan Indonesia mampu mendapatkan apresiasi di panggung internasional melalui karya yang dapat menjangkau berbagai latar budaya.
Editor : Aditya Novrian