Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

“Rooster" Alice in Chains, Lagu Perang yang Lahir dari Luka Personal

Hanif Pratama • Rabu, 1 Juli 2026 | 22:00 WIB
tws
Personel Alice in Chains (Sumber: Instagram @aliceinchains)
MALANG, RADAR MALANG – Di antara deretan lagu grunge era 1990-an, "Rooster" milik Alice in Chains menjadi salah satu karya yang memiliki kekuatan emosional paling besar. Dirilis sebagai single dari album Dirt (1992), lagu ini bukan hanya menghadirkan karakter musik gelap khas band asal Seattle, tetapi juga membawa kisah personal tentang hubungan Jerry Cantrell dengan ayahnya.

Lagu ini ditulis Cantrell untuk Jerry Cantrell Sr., sang ayah yang pernah bertugas sebagai tentara Amerika Serikat dalam Vietnam War. Judul "Rooster" sendiri berasal dari julukan masa kecil ayahnya yang diberikan oleh keluarganya. Bagi Cantrell, lagu ini menjadi cara untuk memahami pengalaman traumatis sang ayah yang turut memengaruhi hubungan mereka selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Tips dan Barang Wajib Dibawa agar Pengalaman Menonton Konser Kpop Lebih Seru dan Aman

Menariknya, Cantrell tidak menulis lagu ini sebagai bentuk kemarahan atau kritik terhadap sang ayah, melainkan sebagai upaya untuk melihat perang dari sudut pandang seseorang yang mengalaminya secara langsung. Liriknya menggambarkan ketakutan, tekanan, kesepian, dan perjuangan seorang tentara yang berusaha bertahan hidup di tengah situasi perang yang penuh ancaman.

Melalui lagu ini, Cantrell mencoba menggambarkan bagaimana pengalaman perang dapat meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat. Trauma tersebut tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di medan perang, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan keluarga dan kehidupan setelah seseorang kembali dari konflik.

Secara musikal, "Rooster" membangun atmosfer secara perlahan sebelum berkembang menjadi lebih intens melalui riff gitar berat dan permainan dinamika khas Alice in Chains. Perpaduan gitar Cantrell dengan harmoni vokal khas bersama Layne Staley menciptakan nuansa melankolis sekaligus penuh tekanan, menjadikan lagu ini salah satu identitas terbesar band tersebut.

Baca Juga: Kep1er Catat Sejarah Baru yang Membanggakan, Jadi Idol Kpop Pertama yang Berani Bersuara dengan Bergabung Gerakan No Music for Genocide

Lebih dari tiga dekade setelah dirilis, "Rooster" tetap memiliki makna yang luas bagi pendengarnya. Lagu ini tidak hanya berbicara tentang perang, tetapi juga tentang keluarga, trauma, kenangan masa lalu, dan usaha seseorang untuk memahami luka yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Karya ini membuktikan bahwa di balik musik grunge yang sering diasosiasikan dengan kegelapan dan pemberontakan, terdapat cerita manusia yang sangat personal dan emosional.

Editor : Aditya Novrian
#alice in chains #roooster #grunge