Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Saja yang Harus Diaudit oleh Dapur MBG Selama Libur Sekolah? Pakar UB Beri Daftarnya untuk SPPG

A
Wli Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau SPPG di Kelurahan Buring beberapa waktu lalu. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)
Wli Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau SPPG di Kelurahan Buring beberapa waktu lalu. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi kesempatan terbaik untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi tidak cukup hanya memeriksa aspek administrasi, tetapi juga harus menyasar tata kelola, keamanan pangan, hingga penggunaan anggaran.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya (UB) Dr Aan Eko Widianto SH MHum menilai masa libur sekolah yang berlangsung lebih dari dua pekan memberikan waktu yang cukup bagi pemerintah untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar sebelum kembali melayani penerima manfaat.

Audit Harus Menyentuh Tata Kelola hingga Keamanan Pangan

Advertisement

Aan mengatakan audit kepatuhan perlu dilakukan secara komprehensif agar persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG dapat diperbaiki sejak dini.

Menurutnya, pemeriksaan harus mencakup legalitas yayasan pengelola, tata kelola keuangan, mekanisme pengadaan bahan pangan, keamanan pangan, kualitas pelayanan, hingga transparansi penggunaan anggaran.

Advertisement

"Dengan masa libur sekolah lebih dari dua pekan, waktunya cukup untuk melaksanakan audit kepatuhan. Sehingga ketika layanan kembali beroperasi, seluruh SPPG telah memenuhi standar," ujarnya.

Ia menilai evaluasi yang menyeluruh penting dilakukan karena MBG merupakan program strategis pemerintah yang langsung bersentuhan dengan pemenuhan hak masyarakat, khususnya pelayanan gizi.

Penegak Hukum Diminta Bertindak jika Ada Pelanggaran

Selain audit internal, Aan menegaskan aparat penegak hukum juga memiliki kewenangan menindak pengelola SPPG maupun yayasan apabila ditemukan dugaan tindak pidana.

Menurutnya, status sebagai pelaksana program nasional tidak memberikan perlindungan hukum apabila terbukti terjadi pelanggaran.

"Justru karena menggunakan dana publik dan menjalankan pelayanan publik, standar akuntabilitasnya harus lebih tinggi," tegasnya.

Aan mengingatkan, setiap penyimpangan dalam pelaksanaan MBG tidak hanya berdampak pada aspek administratif, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Advertisement

Artikel Terkait

Di Malang, MBG Mulai Diterapkan secara Prasmanan

Di Malang, MBG Mulai Diterapkan secara Prasmanan

Malang tergolong berbeda. Program MBG mulai diberlakukan secara prasmanan. Siswa boleh mengambil sepuasnya?

Isu DPRD Kota Malang Tolak MBG Dibantah, Ternyata Pernyataan Lama saat Tampung Aspirasi

Isu DPRD Kota Malang Tolak MBG Dibantah, Ternyata Pernyataan Lama saat Tampung Aspirasi

DPRD Kota Malang menegaskan tidak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan penolakan disebut berasal dari aksi mahasiswa pada Juni lalu.

Dapur MBG Tutup Sementara, Pekerja SPPG Bertahan dengan Kerja Sampingan

Dapur MBG Tutup Sementara, Pekerja SPPG Bertahan dengan Kerja Sampingan

Liburnya operasional SPPG selama tiga pekan membuat sejumlah pekerja kehilangan penghasilan harian. Mereka memilih mencari pekerjaan sampingan sembari menunggu distribusi MBG kembali berjalan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer