Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengapa Genderless Fashion Menjadi Pilihan Banyak Orang?

Aldila Kyanna • Kamis, 2 Juli 2026 | 22:49 WIB
Genderless fashion (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Genderless fashion (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

MALANG, RADAR MALANG – Batas antara pakaian pria dan perempuan dalam industri mode semakin memudar. Jika dahulu busana identik dengan kategori "khusus pria" atau "khusus wanita", kini semakin banyak orang memilih pakaian berdasarkan kenyamanan, fungsi, dan selera pribadi dibandingkan label gender yang melekat padanya.

Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya popularitas genderless fashion atau gender-neutral fashion. Berbeda dengan gaya androgynous yang memadukan unsur maskulin dan feminin dalam satu penampilan, genderless fashion merupakan konsep busana yang tidak dibatasi oleh kategori pakaian pria maupun wanita. Satu desain dapat dikenakan oleh siapa saja tanpa harus mengikuti stereotip berpakaian berdasarkan gender.

Fleksibel, Inklusif, dan Mendukung Ekspresi Diri

Busana genderless umumnya mengusung potongan yang sederhana, siluet yang universal, serta warna dan detail yang tidak dirancang untuk menonjolkan ciri maskulin maupun feminin.

Pendekatan ini membuat satu pakaian dapat dikenakan oleh siapa saja tanpa dibatasi label gender, sekaligus memberi ruang bagi setiap individu untuk memilih gaya yang sesuai dengan preferensi, kenyamanan, dan kepribadiannya. Dengan demikian, genderless fashion tidak hanya lebih fleksibel dan fungsional, tetapi juga menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi beragam bentuk ekspresi diri.

Baca Juga: Bukan Hanya Mengurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Mengalirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry

Timeless dan Lebih Berkelanjutan

Desain genderless fashion umumnya mengusung gaya yang sederhana dan tidak bergantung pada tren sesaat, sehingga tetap relevan untuk dikenakan dalam jangka panjang.

Selain itu, karena dapat dipakai oleh siapa saja, pakaian juga lebih mudah digunakan bersama (sharing wardrobe) dengan pasangan atau anggota keluarga. Konsep ini membantu memperpanjang masa pakai busana, mengurangi kebutuhan membeli pakaian baru, sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Seiring berubahnya preferensi konsumen dan semakin banyaknya merek yang menghadirkan koleksi gender-neutral, genderless fashion diperkirakan akan terus berkembang. Bagi banyak orang, konsep ini bukan lagi sekadar tren, melainkan cerminan perubahan cara masyarakat memandang fashion sebagai sesuatu yang lebih inklusif, fungsional, dan bebas dari batasan gender.

Baca Juga: Wired Earphones Jadi Fashion Statement Baru Gen Z

Editor : Aditya Novrian
#genderless fashion #gender neutral fashion #unisex #gaya berpakaian #pakaian