RADAR MALANG- Banyak sekali kejadian-kejadian di luar jangkauan nalar manusia yang menunjukkan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Kejadian-kejadian itu membuktikan bahwa beliau bukan orang biasa.
Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menerangkan sejumlah kejadian luar biasa yang melampaui akal manusia itu. Di luar yang pernah ditulis di media ini sebelumnya, beberapa yang lain adalah sebagai berikut:
1) Mengembalikan bola mata sahabat yang terlepas dari tempatnya dengan tangan beliau dan kemudian penglihatan mata itu semakin baik. Bahkan menjadi yang terbaik di antara kedua bola mata yang dimiliki.
2) Membuat kantung susu seekor domba betina yang semula kosong langsung terisi penuh dengan mengusapnya. Bahkan air susunya bisa memancar dengan deras. Kejadian ini membuat sahabat Mas’ud masuk Islam karena melihat sendiri mukjizat Nabi Muhammad SAW.
3) Menyembuhkan mata Sayyidina Ali yang sakit saat perang Khaibar dengan meludahinya. Sehingga Ali bisa ditugaskan untuk membawa bendera perang.
4) Selamat dari upaya peracunan ketika hendak menyantap hidangan yang disuguhkan karena daging yang hendak disantap beliau memberitahunya.
5) Mengetahui garis pertahanan pasukan Quraisy berikut batas-batasnya dan sudah tahu bahwa beliau akan bisa menghentikan mereka satu demi satu.
6) Mengetahui banyak hal sebelum menjadi kenyataan karena diberitahu Allah sebelumnya. Misalnya tentang kematian Aswad ‘Ansi dan siapa pembunuhnya. Tentang Fatimah, putrinya, yang akan pertama kali menyusul beliau wafat di antara anggota keluarga yang lain. Tentang Zainab, istrinya paling dermawan, yang akan pertama kali menyusul wafat sebelum istri-istri yang lain setelah Siti Khadijah, dan masih banyak yang lain.
Namun, di antara mukjizat-mukjizat itu, yang paling besar tetap Al Qur’an. Mukjizat itu hingga kini masih bisa dijumpai dan dirasakan oleh manusia. Dan, bisa dibuktikan kebenarannya. Allah bahkan menantang kepada siapa saja yang meragukan kebenarannya, untuk membuktikannya sendiri. Wallahu A’lam bis Shawab.
*) Disarikan dari Bimbingan untuk Menjadi Mu’min, Moh. Abdai Rathomy, terjemahan dari Mauidhatul Muslimin min Ihya ‘Ulumiddin karya Muhammad Jamaluddin Alqasimi Addimasyqi, ringkasan dari Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghazali.
Editor : Tauhid Wijaya