Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukan Influencer, Profesi Clipper Justru Jadi Ladang Cuan Baru Gen Z! Modal HP dan Skill Editing Bisa Raup Jutaan

Parahita Ade Kumala • Kamis, 9 Juli 2026 | 06:00 WIB
Profesi clipper kini jadi ladang cuan baru bagi Gen Z (sumber foto: magnific)
Profesi clipper kini jadi ladang cuan baru bagi Gen Z (sumber foto: magnific)

MALANG, RADAR MALANG – Di tengah maraknya konten pendek di TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts, muncul profesi baru yang kini banyak dilirik anak muda, yaitu clipper. Berbeda dengan content creator, clipper tidak perlu membuat konten dari nol. Tugas mereka adalah mengubah video berdurasi panjang, seperti podcast, webinar, atau live streaming, menjadi potongan video singkat yang lebih menarik dan berpotensi viral.

Meski terlihat sederhana, pekerjaan clipper membutuhkan kreativitas dan insting yang kuat. Mereka harus mampu menemukan momen paling lucu, informatif, atau emosional dari sebuah video, kemudian mengemasnya menjadi tayangan berdurasi 30 hingga 60 detik yang mampu menarik perhatian penonton sejak tiga detik pertama.

Selain memotong video, clipper juga bertugas mengubah format video menjadi vertikal, menambahkan subtitle agar mudah dipahami tanpa suara, serta menyusun alur cerita agar tetap utuh meski durasinya singkat. Semakin menarik hasil editannya, semakin besar peluang video tersebut masuk ke halaman rekomendasi dan memperoleh jutaan tayangan.

Baca Juga: Bukan Cuma Pesugihan! Ini 7 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Gunung Kawi

Fenomena clipper semakin berkembang karena peluang penghasilannya cukup menjanjikan. Banyak kreator, perusahaan, hingga brand yang membuka kerja sama dengan sistem bagi hasil berdasarkan jumlah penonton atau engagement video. Ada pula yang menawarkan bayaran tetap melalui proyek freelance, sementara sebagian clipper memanfaatkan kontennya untuk program affiliate dan promosi produk.

Penghasilan profesi ini pun beragam. Pemula bisa memperoleh ratusan ribu rupiah per bulan, sedangkan clipper yang sudah berpengalaman bahkan mampu menghasilkan belasan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan, tergantung jumlah proyek dan performa kontennya.

Tak heran jika profesi ini semakin diminati Gen Z. Selain bisa dikerjakan dari rumah dengan modal laptop atau bahkan ponsel, clipper juga memiliki jam kerja yang fleksibel. Di era media sosial yang serba cepat, profesi ini menjadi bukti bahwa kemampuan mengedit video kini bukan sekadar hobi, melainkan keterampilan yang mampu menghasilkan cuan.

Baca Juga: Baru 19 Tahun, Pau Cubarsí Jadi Benteng Tak Tertembus Spanyol di Piala Dunia 2026

Editor : Aditya Novrian
#instagramable #Clippers #TikTok #Youtube #CLIP