Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

The Weather Underground, Dokumenter tentang Kelompok Radikal Anti-Perang Vietnam

Hanif Pratama • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:45 WIB
The Weather Underground (Sumber: IMDb)
The Weather Underground (Sumber: IMDb)
MALANG, RADAR MALANG – Di antara dokumenter yang mengangkat dinamika politik Amerika Serikat pada era Perang Vietnam, The Weather Underground menjadi salah satu yang paling dikenal. Film garapan Sam Green dan Bill Siegel yang dirilis pada 2002 ini mengulas perjalanan Weather Underground, kelompok radikal kiri yang melakukan serangkaian aksi pengeboman bermotif politik pada akhir 1960-an hingga 1970-an.

Dengan durasi sekitar 92 menit, dokumenter ini tidak hanya merekam perjalanan organisasi tersebut, tetapi juga menempatkannya dalam konteks gejolak sosial dan politik Amerika pada masa Perang Vietnam, ketika gerakan mahasiswa, isu hak-hak sipil, dan penolakan terhadap kebijakan pemerintah berkembang secara bersamaan.

Dari Gerakan Mahasiswa ke Kelompok Bawah Tanah

Weather Underground bermula dari faksi Weathermen, kelompok yang memisahkan diri dari organisasi mahasiswa Students for a Democratic Society (SDS). Perpecahan tersebut dipicu perbedaan pandangan mengenai cara menentang Perang Vietnam. Jika SDS lebih mengedepankan aksi massa dan demonstrasi damai, Weathermen memilih pendekatan yang lebih konfrontatif.

Nama kelompok ini diambil dari lirik lagu Bob Dylan Subterranean Homesick Blues, "You don't need a weatherman to know which way the wind blows." Setelah bergerak secara bawah tanah, mereka kemudian dikenal sebagai Weather Underground.

Film ini menampilkan wawancara dengan sejumlah mantan anggota Weather Underground, termasuk Bernardine Dohrn, Bill Ayers, Mark Rudd, Brian Flanagan, hingga Naomi Jaffe. Kesaksian mereka dipadukan dengan rekaman arsip, cuplikan berita televisi, foto-foto dokumentasi, serta dokumen FBI yang menggambarkan bagaimana kelompok tersebut menjadi salah satu target penyelidikan terbesar pemerintah Amerika Serikat pada masanya.

Selain itu, dokumenter juga menghadirkan perspektif dari mantan aktivis gerakan mahasiswa dan organisasi lain untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai situasi sosial-politik Amerika Serikat pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Baca Juga: Menelusuri Era-Era Penting dalam Sejarah Sinema Dunia

Raih Nominasi Oscar

Selain mengulas aksi-aksi Weather Underground, film ini juga menyoroti latar belakang yang mendorong sebagian anak muda Amerika memilih jalur perlawanan bersenjata. Di sisi lain, dokumenter ini memperlihatkan perdebatan mengenai efektivitas, legitimasi, dan konsekuensi dari strategi yang mereka tempuh.

Sejumlah kritikus menilai The Weather Underground berhasil menggambarkan atmosfer politik Amerika Serikat pada era Perang Vietnam sekaligus memberikan ruang bagi para mantan anggotanya untuk menjelaskan keputusan-keputusan yang mereka ambil. Namun, ada pula yang menganggap film ini belum banyak membahas dampak aksi pengeboman terhadap para korban sehingga dinilai kurang menghadirkan sudut pandang yang seimbang.

Atas kualitasnya, The Weather Underground memenangkan Audience Choice Award di Chicago Underground Film Festival dan masuk nominasi Academy Award kategori Best Documentary Feature pada 2004. Film ini juga memperoleh skor 91 persen di Rotten Tomatoes berdasarkan ulasan para kritikus.

Lebih dari dua dekade setelah dirilis, The Weather Underground masih menjadi salah satu dokumenter yang kerap dijadikan rujukan untuk memahami sejarah gerakan anti-Perang Vietnam, kemunculan kelompok radikal di Amerika Serikat, serta dinamika politik yang melatarbelakangi lahirnya organisasi tersebut. Dokumenter ini juga memperlihatkan bagaimana film dapat menjadi medium untuk meninjau kembali salah satu periode paling kontroversial dalam sejarah politik modern Amerika.

Baca Juga: Empat Dokumenter True Crime Baru Siap Tayang di Netflix Juli 2026

Editor : Aditya Novrian
#The Weather Underground #film dokumenter