MALANG, RADAR MALANG – Setelah berbagai tren kebugaran dan pola makan sehat berkembang dalam beberapa tahun terakhir, kini perhatian masyarakat mulai beralih pada kualitas tidur. Fenomena yang dikenal sebagai sleepmaxxing semakin populer di media sosial dan menjadi bagian dari gaya hidup yang mengutamakan pemulihan tubuh secara optimal.
Baca Juga: Tiga Kebiasaan Gen-Z yang Tak Sadar Picu Diabetes di Usia Muda
Sleepmaxxing merupakan upaya untuk menciptakan kualitas tidur yang lebih baik melalui berbagai kebiasaan sederhana, seperti menjaga jam tidur yang konsisten, mengurangi paparan cahaya dari gawai sebelum tidur, mengatur suhu kamar, hingga menciptakan suasana yang lebih tenang.
Berbeda dengan tren kesehatan yang sering kali membutuhkan biaya besar, banyak praktik sleepmaxxing justru dapat dilakukan tanpa pengeluaran tambahan. Mengurangi penggunaan ponsel pada malam hari, membatasi konsumsi kafein, serta membangun rutinitas sebelum tidur merupakan langkah yang mudah diterapkan.
Baca Juga: 5 Manfaat Medis Konsumsi Mendol Malang yang Jarang Diketahui Publik!
Dari sisi ekonomi, kualitas tidur yang baik juga memiliki dampak tidak langsung terhadap produktivitas. Tubuh yang cukup beristirahat cenderung lebih fokus saat bekerja maupun belajar, sehingga mampu mengurangi risiko kesalahan akibat kelelahan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan efektivitas aktivitas sehari-hari tanpa harus bergantung pada konsumsi minuman berkafein atau suplemen penambah energi.
Meski demikian, pakar kesehatan mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada anggapan bahwa kualitas tidur hanya bisa diperoleh melalui berbagai produk pendukung yang mahal. Kasur premium, lampu pintar, hingga berbagai perangkat pemantau tidur memang dapat membantu sebagian orang, tetapi bukan menjadi faktor utama.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe untuk Arisan di Malang, Nyaman Buat Kumpul dan Ngobrol Santai
Pada dasarnya, tidur yang berkualitas lebih banyak ditentukan oleh kebiasaan sehari-hari dibanding perlengkapan yang digunakan. Karena itu, sleepmaxxing dapat menjadi gaya hidup yang bermanfaat apabila diterapkan secara proporsional dan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.
Editor : Aditya Novrian