Adaptasi Epos Klasik dengan Teknologi IMAX
The Odyssey mengangkat kisah Odysseus, Raja Ithaca, yang berusaha kembali ke kerajaannya setelah Perang Troya usai. Cerita tersebut berasal dari puisi epik karya Homer yang diperkirakan ditulis pada abad ke-8 sebelum Masehi dan hingga kini masih menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh di dunia.
Dalam proyek ini, Nolan kembali mengandalkan format film beresolusi tinggi. Universal Pictures mengklaim The Odyssey sebagai film naratif pertama yang seluruh adegannya direkam menggunakan kamera film IMAX 65/70mm. Sebelumnya, Nolan memang dikenal memanfaatkan format IMAX dalam film-film seperti The Dark Knight, Dunkirk, Tenet, hingga Oppenheimer, namun hanya untuk sebagian adegan.
Proses syuting berlangsung selama 91 hari dan mengambil lokasi di lima negara, yaitu Italia, Maroko, Yunani, Skotlandia, dan Islandia. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan untuk menghadirkan lanskap yang mendekati gambaran dunia Yunani kuno dalam kisah asli.
Baca Juga: LSF Ungkap Tarif Sensor Film Lebih Murah dari Segelas Kopi, Begini Perhitungannya
Trailer Tuai Kritik, Ulasan Awal Justru Positif
Menjelang perilisannya, trailer resmi The Odyssey menjadi perbincangan di media sosial. Meski YouTube tidak lagi menampilkan jumlah dislike secara publik, sejumlah layanan pelacak pihak ketiga memperkirakan video tersebut menerima ratusan ribu dislike. Kritik sebagian besar diarahkan pada keputusan casting yang dianggap tidak sesuai dengan penggambaran karakter dalam mitologi Yunani, termasuk pemilihan Lupita Nyong'o sebagai Helen of Troy dan Elliot Page sebagai Sinon. Penggunaan dialog bergaya modern juga memicu perdebatan di kalangan penonton.
Meski demikian, respons dari para kritikus film justru menunjukkan arah berbeda. Sejumlah media internasional seperti Variety, Time Out, dan IndieWire memberikan ulasan positif terhadap penyutradaraan Christopher Nolan, kualitas sinematografi, serta penampilan para pemeran. Beberapa kritikus bahkan menyebut film ini sebagai salah satu proyek Nolan yang paling ambisius dari sisi teknis, meski tetap memberikan catatan terhadap ritme cerita dan sejumlah keputusan adaptasi.
Perdebatan yang muncul sebelum perilisan juga belum tentu berpengaruh terhadap performa komersial film. Nolan memiliki rekam jejak kuat di box office, sementara penjualan tiket untuk pemutaran format IMAX 70mm di sejumlah negara dilaporkan habis terjual dalam waktu singkat sejak dibuka.
Mulai 15 Juli 2026, penonton Indonesia akhirnya dapat menyaksikan langsung bagaimana Christopher Nolan menginterpretasikan salah satu karya sastra tertua di dunia, sekaligus menilai apakah The Odyssey mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang telah mengiringinya sejak awal produksi.
Baca Juga: Watchlist Pekan Ini: 5 Film Berdasarkan Kisah Nyata yang Wajib Ditonton
Editor : Aditya Novrian